Ibu Digugat 2 Anak Kandungnya Sendiri, PN Boyolali Cek Langsung Lahan Sengketa

Jum'at, 26 November 2021 - 18:45 WIB
loading...
Ibu Digugat 2 Anak Kandungnya Sendiri, PN Boyolali Cek Langsung Lahan Sengketa
Petugas Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, melakukan pengecekan lokasi yang menjadi objek sengketa dua anak melawan ibu kandungnya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Foto/iNews TV/Tata Rahmanta
A A A
BOYOLALI - Seorang ibu di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, harus menghadapi gugatan dari dua anak kandungnya sendiri. Gugatan ini terkait warisan berupa tanah dan bangunan seluas 1.166 meter persegi.

Baca juga: Pejabat Cantik di Aceh Tengah Ini Tega Tuntut Ibu yang Melahirkannya Bayar Kerugian Rp700 Juta

Untuk melengkapi proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, petugas dari PN Boyolali, melakukan pengecekan lokasi objek tanah dan bangunan yang disengketakan, Jumat (26/11/2021).



Dalam pengecekan objek sengketa tersebut, semua yang terlibat tampak hadir, baik itu pihak tergugat maupun penggugat. Proses pemeriksaan objek sengketa juga disaksikan perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Pemerintah Desa Guwokajen.

Baca juga: Tak Hormati Adat Istiadat Lokal, Ribuan Orang Dayak Bawa Sajam Gelar Aksi Tolak Ormas TBBR



Humas PN Boyolali, Tony Yoga Saksana mengatakan, pengecekan dilakukan terhadap seluruh objek yang disengketakan, untuk keperluan proses persidangan. "Karena ini untuk kepentingan persidangan, kami belum bisa menyampaikan langsung hasil pemeriksaan lapangan ini," tuturnya.

Pemeriksaan lapangan ini dilakukan, untuk memastikan kesesuaian objek tanah dan bangunan yang disengketakan. Petugas mengecek batas-batas lahan yang disengketakan, dan dicocokan dengan surat tanah yang sudah ada.

Pengecekan tersebut dilakukan atas perkara hibah tanah warisan antara Indri Aliyanto dan saudara perempuannya, melawan ibu serta tiga saudara kandungnya sendiri. "Langkah saya ini bukan menggugat ibu kami sendiri, melainkan menyelamatkan ibu kami," kilah Indri Aliyanto.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1783 seconds (10.177#12.26)