Minim Fasilitas Jamban, Maros Gagal Raih Predikat Kabupaten Sehat
Rabu, 24 November 2021 - 17:24 WIB
loading...
Maros gagal meraih predikat kabupaten sehat lantaran masih minimnya fasilitas jamban. Foto: Ilustrasi/Medium
A
A
A
MAROS - Kabupaten Maros gagal meraih predikat kabupaten sehat tahun 2021. Padahal, tahun 2019 lalu, Maros menjadi salah satu kabupaten di Sulsel yang menerima penghargaan dengan kategori Swasti Saba Wistara.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muh Yunus mengakui hal itu. Menurutnya, kegagalan Maros mendapat penghargaan kabupaten sehat disebabkan adanya penilaian yang berubah. Salah satunya adalah, minimnya fasilitas jamban di rumah-rumah warga. Sementara salah satu indikator penilaian kabupaten sehat adalah, bebas dari BAB sembarangan.
Baca juga:Kemenparekraf Minta Pelaku UMKM Kreatif Branding Produk
"Iya benar (gagal). Yah jadi ada perubahan indikator penilaian di Januari 2021 ini, yaitu 100 persen desa harus open defecation free (ODF) atau bebas dari BAB sembarangan," kata Yunus saat dihubungi, Rabu (24/11).
Yunus menjelaskan, pada Januari 2021 jumlah desa yang sudah ODF di Maros masih sekitar 40 persen. Hal ini dikarenakan minimnya jamban yang dimiliki oleh masyarakat di satu wilayah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muh Yunus mengakui hal itu. Menurutnya, kegagalan Maros mendapat penghargaan kabupaten sehat disebabkan adanya penilaian yang berubah. Salah satunya adalah, minimnya fasilitas jamban di rumah-rumah warga. Sementara salah satu indikator penilaian kabupaten sehat adalah, bebas dari BAB sembarangan.
Baca juga:Kemenparekraf Minta Pelaku UMKM Kreatif Branding Produk
"Iya benar (gagal). Yah jadi ada perubahan indikator penilaian di Januari 2021 ini, yaitu 100 persen desa harus open defecation free (ODF) atau bebas dari BAB sembarangan," kata Yunus saat dihubungi, Rabu (24/11).
Yunus menjelaskan, pada Januari 2021 jumlah desa yang sudah ODF di Maros masih sekitar 40 persen. Hal ini dikarenakan minimnya jamban yang dimiliki oleh masyarakat di satu wilayah.
Lihat Juga :