Profil Haji Rame, Berani Borong Tembakau Petani Temanggung secara Tunai Rp20 Miliar

Rabu, 24 November 2021 - 16:15 WIB
A A A
Dengan tembakau murni tersebut, Haji Rame mampu menjual tembakau dengan harga paling murah Rp50 ribu per Kg. Sedangkan paling mahal mencapai Rp1 juta per Kg.

"Yang petani besar itu bisa mendapat sampai Rp500 juta. Ada juga yang sampai Rp850 juta. Tembakau murni, orisinil, petani mau jaga kualitas, kita juga berani beli mahal. InsyaAllah pabrik mau beli mahal. Kan gitu," katanya.

Baca juga: Pinrang Heboh! Seorang Pemuda Dilamar Gadis SMP dengan Mahar Uang Tunai Setengah Miliar Rupiah



Amin, salah satu petani mengaku mendapat uang Rp 160 juta dari hasil penjualan dua puluh satu keranjang tembakau miliknya kepada Haji Rame. Dia merasa sangat senang karena dibayar tunai.

“Saya dapat Rp168 juta dengan harga tembakau tertinggi saya punya harga Rp450.000 terendah Rp80.000. Ini jumlahnya 21 keranjang,” ungkapnya.

Pembayaran uang hasil penjualan tembakau secara langsung hingga mencapai Rp20 miliar lebih ini menarik perhatian Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq. Bupati memantau langsung pembayaran tersebut dan melihat wajah-wajah bahagia para petani tembakau.

Bupati sangat mengapresiasi tata niaga penjualan tembakau yang dilakukan oleh Haji Rame. Keberhasilan tersebut membuktikan harga tembakau sebenarnya masih sangat bagus pada tahun ini asalkan kemurnian tembakau Temanggung selalu dijaga.


“Pak Haji Rame ini membeli tembakau asli dari petani dan kemudian tembakau langsung dihargai dan dibayar betul. Ini contoh pedagang tembakau yang baik karena tembakau itu banyak fakta di lapangan pedagang-pedagang hanya memberi harga tapi tidak membayar, atau membayar harga tinggi tapi membayar tidak penuh. Saya harap para bakau-bakau juga ikut menjaga kepercayaan dari para petani,” katanya.

Diketahui, tembakau sering dijuluki emas hijau karena harga jualnya yang fantastis hingga mencapai jutaan rupiah per Kg. Hingga saat ini, tembakau menjadi komoditas utama para petani Temanggung di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1298 seconds (10.177#12.26)