Oknum Polisi Diduga Ancam dan Aniaya Siswa SMP di Bone

Senin, 22 November 2021 - 21:20 WIB
loading...
Oknum Polisi Diduga...
Oknum polisi diduga melakukan penganiayaan dan pengancaman terhadap siswa SMP di Bone. Foto: Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Seorang anggota kepolisian yang bertugas di Makassar dilaporkan atas dugaan pengancaman ke Polres Bone. Brigadir UI diduga mengancam seorang siswa berinisial AY (13) dengan menggunakan pistol dinas.

Tak hanya diancam, pelajar berinisial AY bahkan sempat mendapat perlakuan kasar. Terlapor adalah anggota Reserse Mobile Unit Reskrim Polsek Bontoala, Makassar.

Baca Juga: Mengaku Wartawan, 2 Pelaku Pemerasan dan Pengancaman Diringkus Polisi

Kapolsek Bontoala, Kompol Syamsuardi mengaku baru mengetahui informasi tersebut setelah dihubungi oleh Kapolres Bone , AKBP Ardiansyah, Minggu, (21/11/2021) kemarin.

Dia mengatakan, dari informasi yang diterima peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis 18 November 2021, malam di Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone.

"Dia (Brigadir UI) orang Bone memang, waktu itu lepas piket (saat kejadian) langsung dia pulang ke rumahnya kan yang berbatasan dengan (Kabupaten) Soppeng," ungkap Syamsuardi.

Perwira Polri satu bunga ini, mengaku telah memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti proses hukum di Bone. Olehnya itu dia dibebas tugaskan di Makassar.

"Tadi pagi sudah perintahkan ke Bone. Saya sudah bikin kan juga surat perintah untuk izin. Biar dia selesaikan dulu masalahnya di sana (Bone), baru kembali ke sini (Makassar)," tutur Syamsuardi.

Meski demikian, Kapolsek Bontoala belum bisa merinci latar belakang masalah ini. Mengingat, anggotanya masih akan mengklarifikasi peristiwa tersebut di Polres Bone.

Baca Juga: Kasus Pengancaman Naik Penyidikan, Jerinx Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya di Bali

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Kota Makassar, Muhammad Haedir menyampaikan pihaknya tengah menunggu aduan dari keluarga siswa SMP di Bone tersebut.

"Iya ada informasi itu tapi kita belum terima resmi pengaduan laporannya. Tapi kalau dari kita, tentu kasus seperti ini yang pasti siap kita dampingi," ujar Haedir, dihubungi terpisah.



Dia mengaku mencemaskan kondisi korban yang bisa saja alami trauma. Olehnya itu, Haedir meminta petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bone untuk sigap merespons kasus ini.

Lebih lanjut, dia akan mencari informasi lanjutan ihwal peristiwa tersebut, Selain memberikan layanan pendampingan bila korban telah melapor. "Mudah-mudahan saja tidak ada upaya mediasi," imbuhnya.

Terpisah Kapolres Bone AKBP Ardiansyah mengaku sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Bahkan dia menyebut korban belum mengadukan kasus itu.

"Sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan. Sampai saat ini pihak korban belum ada buat laporan. Kalau sudah ada nanti kami sampaikan," ucapnya lewat pesan singkat WhatsApp.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daycare Little Aresha...
Daycare Little Aresha Jogja Dipastikan Tak Berizin, Polisi Tetapkan 13 Tersangka
Sahroni Desak Semua...
Sahroni Desak Semua Pengurus Daycare Yogyakarta yang Terlibat dalam Dugaan Penganiayaan Anak Dipidana
Murid TPQ Dianiaya Guru...
Murid TPQ Dianiaya Guru di Probolinggo, Kemenag Minta Aparat Proses Hukum Pelaku
Ibu Tiri Ditetapkan...
Ibu Tiri Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiaya Anaknya hingga Tewas di Sukabumi
Hari Ini Anggota Brimob...
Hari Ini Anggota Brimob Penganiaya Siswa Mts Tual hingga Tewas Jalani Sidang Etik
Kasus Brimob Aniaya...
Kasus Brimob Aniaya Siswa hingga Tewas Harus Transparan, DPR: Jangan Sampai Coba Ditutupi
Hakim Terseret Kasus...
Hakim Terseret Kasus Daycare Little Aresha Jogja, Menko PMK: Proses Hukum di Polisi
Kronologi Sahroni Diperas...
Kronologi Sahroni Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta
Ahmad Sahroni Lapor...
Ahmad Sahroni Lapor ke Polisi setelah Diperas Rp300 Juta dan Diancam
Rekomendasi
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved