Malioboro Antisipasi Lonjakan Pengunjung Sambut Nataru
Jum'at, 19 November 2021 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Bus yang lolos skrining akan mendapat stiker dan kartu parkir di TKP yang sudah ditetapkan. Bus tanpa stiker dan kartu parkir dipastikan tidak bisa mengakses TKP wisata di Kota Yogyakarta
Pengetatan protokol kesehatan juga dilakukan di Kawasan Malioboro. Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto, mengatakan pembatasan jumlah wisatawan yang datang ke Malioboro tidak bisa dilakukan dengan mudah. Untuk itu UPT Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta bersama dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mengembangkan aplikasi Sugeng Rawung untuk memonitoring jumlah wisatawan yang masuk ke Kawasan Malioboro.
“Kawasan Malioboro ini berbeda dengan tempat wisata lainnya yang memiliki sistem tiket. Malioboro memiliki 17 pintu masuk, sehingga sangat sulit untuk mengatur arus masuk wisatawan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang terkoneksi dan mudah digunakan.” Katanya (Kamis, 18/11/2021).
Aplikasi Sugeng Rawuh sudah diterapkan sejak tanggal 26 Oktober 2021. Pengunjung yang datang ke kawasan Malioboro diwajibkan melalukan scan barcode di pintu-pintu masuk Malioboro.
“Saat ini di 17 pintu masuk Malioboro terdapat 2 petugas yang bertugas memperingatkan dan membantu para pengunjung untuk melakukan scan barcode sebelum masuk ke kawasan Malioboro.” Kata Ekwanto.
Pengetatan protokol kesehatan juga dilakukan di Kawasan Malioboro. Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto, mengatakan pembatasan jumlah wisatawan yang datang ke Malioboro tidak bisa dilakukan dengan mudah. Untuk itu UPT Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta bersama dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mengembangkan aplikasi Sugeng Rawung untuk memonitoring jumlah wisatawan yang masuk ke Kawasan Malioboro.
“Kawasan Malioboro ini berbeda dengan tempat wisata lainnya yang memiliki sistem tiket. Malioboro memiliki 17 pintu masuk, sehingga sangat sulit untuk mengatur arus masuk wisatawan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang terkoneksi dan mudah digunakan.” Katanya (Kamis, 18/11/2021).
Aplikasi Sugeng Rawuh sudah diterapkan sejak tanggal 26 Oktober 2021. Pengunjung yang datang ke kawasan Malioboro diwajibkan melalukan scan barcode di pintu-pintu masuk Malioboro.
“Saat ini di 17 pintu masuk Malioboro terdapat 2 petugas yang bertugas memperingatkan dan membantu para pengunjung untuk melakukan scan barcode sebelum masuk ke kawasan Malioboro.” Kata Ekwanto.
Lihat Juga :