Perda Larangan Kantong Plastik Tekan Produksi Sampah hingga 103 Ton di Wajo

Jum'at, 12 November 2021 - 17:18 WIB
loading...
Perda Larangan Kantong Plastik Tekan Produksi Sampah hingga 103 Ton di Wajo
Kepala DLHD Kabupaten Wajo, Andi Baso Iqbal. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A A A
WAJO - Pemerintah Kabupaten Wajo berhasil menekan produksi sampah plastik hingga 103,68 ton. Keberhasilan ini salah satunya berkat regulasi larangan penggunaan kantong plastik di seluruh toko ritel modern di wilayah Kabupaten Wajo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Wajo, Andi Baso Iqbal mengatakan upaya mengurangi penggunaan kantong plastik di Kabupaten Wajo terus dilakukan pemerintah. Regulasi pelarangan penggunaan kantong plastik bagi toko ritel modern telah dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) No 70 Tahun 2019.

Baca juga:DLHD Wajo Galakkan Upaya Pengurangan Sampah Plastik

Menurutnya, langkah tegas itu efektif, sebab dalam sebulan pemerintah berhasil mengurangi sedikitnya 864.000 lembar kantor plastik penggunaan kantong plastik di Kabupaten Wajo.

"Dalam sebulan kita telah berhasil mengurangi 864.000 lembar kantong plastik atau setara 8,64 ton untuk 1 toko ritel modern yang ada di Kabupaten Wajo, kata dia.

Menurut mantan Camat Tempe itu, satu toko ritel modern yang ada di Kabupaten Wajo mampu menghasilkan sampah kantong plastik sebanyak 8,64 ton. Jika 8,64 ton dikali dengan jumlah seluruh toko ritel modern di Wajo, maka produksi sampah kantong plastik yakni 103,68 ton.

Baca juga:DLHD Tambah 5 Unit Truk Pengangkut Sampah Optimalkan Program Wajo Mapaccing

"Di wilayah Kabupaten Wajo sendiri terdapat 25 toko ritel modern, artinya dari 25 toko pemerintah berhasil mencegah 10.368.000 lembar kantong menjadi sampah, dalam hitungan beratnya sekitar 103,68 ton sampah kantong plastik yang mampu kita kurangi," jelasnya.

Konsumsi berlebih terhadap plastik menurut dia mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi, sulit teruai dengan tanah.

Upaya pelarangan penggunaan kantong plastik di Kabupaten Wajo mendapat dukungan dan apresiasi dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Herman Arif

Baca juga:Legislator Wajo Dukung Amran Tuntaskan 25 Program Kerja Nyata

Politisi Partai Gerindra itu berpendapat, dengan upaya pelarangan penggunaan kantong plastik di Kabupaten Wajo, Pemkab Wajo telah berkontribusi dalam pelestarian bumi dan alam.

"Seperti kita tau plastik sifatnya susah diurai oleh tanah dan diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terurai dengan sempurna dengan tanah," pungkasnya.
(luq)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1864 seconds (11.252#12.26)