Miris! Taman Makam Pahlawan Pasir Cikur Tidak Terawat, Terancam Dijadikan Galian Pasir
Jum'at, 12 November 2021 - 04:46 WIB
loading...
Taman makam pahlawan Pasir Cikur Bandung Barat tidak terawat. Foto: Adi/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki sejumlah taman makam pahlawan, baik makam tokoh nasional hingga makam pahlawan yang tidak dikenal.
Beberapa di antaranya, seperti taman makam pahlawan tidak dikenal di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar di pinggir aliran Waduk Saguling.
Kemudian ada lagi taman makam pahlawan di Pasir Cikur, Kampung Cadas Gorowong, RT 01/06, Campaka Mekar Padalarang, Kecamatan Padalarang.
Baca juga: Kisah Penjaga Taman Makam Pahlawan Karawang yang Kesurupan Tentara Jawa
Sayangnya, keberadaan situs taman makam pahlawan itu sering kali kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Padahal, setiap tanggal 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan negara kepada jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk Tanah Air.
Seperti yang terlihat di Taman Makam Pahlawan Pasir Cikur di Kampung Cadas Gorowong, RT 01/06, Campaka Mekar Padalarang, Kecamatan Padalarang.
Baca: Duh! Makam Pahlawan Nasional Otto Iskandardinata Ternyata Tak Punya Air Bersih
Di tempat ini banyak ditumbuhi rumput liar yang menandakan jika makam pahlawan tersebut minim perawatan. Belum lagi banyaknya sampah yang berserakan dan mengotori makam.
"Perawatan makam pahlawan ini hanya dilakukan swadaya oleh masyarakat. Kalau ada pembenahan sedikit-sedikit, misalnya dicat, ya pas momen 17 Agustus," terang Ketua RT 01, Rosid Manan, Rabu (10/11/2021).
Dikatakannya, perawatan yang dilakukan secara swadaya dikarenakan memang tidak ada alokasi bantuan atau perhatian khusus dari Pemda KBB. Terlebih saat pembangunan infrastruktur taman makam pahlawan tersebut juga dilakukan swadaya.
Baca: Taman Makam Pahlawan Pekanbaru Jadi Sasaran Pencurian
Selain minim perawatan, makam pahlawan penanda perlawanan rakyat Bandung Barat ini terancam oleh keberadaan tambang pasir. Kompleks makam itu hanya berbatasan sekitar 3 meter dari lokasi tambang. Bahkan, pemilik tambang telah meminta izin untuk menggunakan lahan tersebut, tapi oleh warga ditolak.
Tidak hanya itu, lokasinya yang tidak jauh dari lokasi tambang membuat kompleks makam pahlawan tersebut terancam longsor. Itu dikarenakan tidak ada tembok penahan atau benteng yang melindungi.
Sedangkan warga tetap bersikukuh untuk menjaga makam sebagai penghargaan kepada pejuang bangsa terdahulu.
Baca: Motif Injak-injak Makam Pahlawan, Remaja Ini Ngaku Ditantang Teman
Atas dasar tersebut, warga berharap kepada Pemda KBB supaya ada perhatian agar makam tersebut dikelola sebaik mungkin seperti taman-taman pahlawan di daerah lain.
Selain itu, penataan infrastruktur juga perlu ditambah untuk melindungi dari longsor dan kegiatan upacara saat momen 17 Agustus atau peringatan Hari Pahlawan 10 November.
"Inginnya makam ini ditata, meski makam pahlawan tak dikenal tapi paling tidak bisa mengingatkan generasi mendatang akan perjuangan pendahulunya. Syukur-syukur kalau kawasannya ditata dan bisa jadi tempat upacara," tuturnya.
Beberapa di antaranya, seperti taman makam pahlawan tidak dikenal di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar di pinggir aliran Waduk Saguling.
Kemudian ada lagi taman makam pahlawan di Pasir Cikur, Kampung Cadas Gorowong, RT 01/06, Campaka Mekar Padalarang, Kecamatan Padalarang.
Baca juga: Kisah Penjaga Taman Makam Pahlawan Karawang yang Kesurupan Tentara Jawa
Sayangnya, keberadaan situs taman makam pahlawan itu sering kali kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Padahal, setiap tanggal 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan negara kepada jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk Tanah Air.
Seperti yang terlihat di Taman Makam Pahlawan Pasir Cikur di Kampung Cadas Gorowong, RT 01/06, Campaka Mekar Padalarang, Kecamatan Padalarang.
Baca: Duh! Makam Pahlawan Nasional Otto Iskandardinata Ternyata Tak Punya Air Bersih
Di tempat ini banyak ditumbuhi rumput liar yang menandakan jika makam pahlawan tersebut minim perawatan. Belum lagi banyaknya sampah yang berserakan dan mengotori makam.
"Perawatan makam pahlawan ini hanya dilakukan swadaya oleh masyarakat. Kalau ada pembenahan sedikit-sedikit, misalnya dicat, ya pas momen 17 Agustus," terang Ketua RT 01, Rosid Manan, Rabu (10/11/2021).
Dikatakannya, perawatan yang dilakukan secara swadaya dikarenakan memang tidak ada alokasi bantuan atau perhatian khusus dari Pemda KBB. Terlebih saat pembangunan infrastruktur taman makam pahlawan tersebut juga dilakukan swadaya.
Baca: Taman Makam Pahlawan Pekanbaru Jadi Sasaran Pencurian
Selain minim perawatan, makam pahlawan penanda perlawanan rakyat Bandung Barat ini terancam oleh keberadaan tambang pasir. Kompleks makam itu hanya berbatasan sekitar 3 meter dari lokasi tambang. Bahkan, pemilik tambang telah meminta izin untuk menggunakan lahan tersebut, tapi oleh warga ditolak.
Tidak hanya itu, lokasinya yang tidak jauh dari lokasi tambang membuat kompleks makam pahlawan tersebut terancam longsor. Itu dikarenakan tidak ada tembok penahan atau benteng yang melindungi.
Sedangkan warga tetap bersikukuh untuk menjaga makam sebagai penghargaan kepada pejuang bangsa terdahulu.
Baca: Motif Injak-injak Makam Pahlawan, Remaja Ini Ngaku Ditantang Teman
Atas dasar tersebut, warga berharap kepada Pemda KBB supaya ada perhatian agar makam tersebut dikelola sebaik mungkin seperti taman-taman pahlawan di daerah lain.
Selain itu, penataan infrastruktur juga perlu ditambah untuk melindungi dari longsor dan kegiatan upacara saat momen 17 Agustus atau peringatan Hari Pahlawan 10 November.
"Inginnya makam ini ditata, meski makam pahlawan tak dikenal tapi paling tidak bisa mengingatkan generasi mendatang akan perjuangan pendahulunya. Syukur-syukur kalau kawasannya ditata dan bisa jadi tempat upacara," tuturnya.
(hsk)
Lihat Juga :