Adaptasi New Normal, Sampoerna Tingkatkan Protokol Kesehatan
Jum'at, 05 Juni 2020 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
“Tes rapid ini penting sebagai upaya mitigasi dan memastikan tidak ada karyawan yang terpapar ketika memasuki area fasilitas produksi Sampoerna, mengingat karyawan di Rungkut 1 berhenti melakukan kegiatan produksi sejak empat minggu terakhir, sedangkan karyawan Rungkut 2 sejak enam minggu terakhir,” kata dia.
Protokol selanjutnya, kata dia, ketika karyawan memasuki area fasilitas produksi, suhu tubuh mereka akan dideteksi melalui kamera thermal dengan batas maksimal 37,3°C dan jika melebihi ketentuan tersebut maka dilakukan pengecekan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang ada di pabrik dan diminta untuk tidak bekerja sementara waktu.
Mindaugas mengatakan, bagi mereka yang suhu tubuhnya berada dalam batasan normal, mereka akan melewati area penyemprotan cairan antiseptik secara menyeluruh dan melakukan cuci tangan tangan secara khusus sebelum memakai masker yang telah disediakan dan akan diganti setiap empat jam.
Bahkan, kata dia, penerapan jaga jarak minimal satu meter dilakukan secara ketat di seluruh area kegiatan produksi, baik ketika mereka sedang bekerja maupun melakukan aktivitas lainnya seperti istirahat dan beribadah. Area produksi didesain ulang dengan sistem unit kecil. Sehingga terdapat tidak lebih dari 40 karyawan dan masing-masing unit kecil diberi partisi.
“Kami telah memaparkan dan berkonsultasi dengan pemerintah dan gugus tugas setempat mengenai penerapkan protokol kesehatan dan sanitasi yang lebih ketat daripada yang dianjurkan,” jelas dia.
Bahkan, pihaknya juga telah menunjuk konsultan medis untuk meninjau dan memberikan masukan. Penerapan protokol tersebut adalah standar normal baru yang sangat penting bagi kelangsungan usaha Sampoerna dengan dua tujuan utama. Pertama adalah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para karyawan dan kedua adalah untuk menjamin kualitas produk dan integritas merek bagi para konsumen dewasa.
Protokol selanjutnya, kata dia, ketika karyawan memasuki area fasilitas produksi, suhu tubuh mereka akan dideteksi melalui kamera thermal dengan batas maksimal 37,3°C dan jika melebihi ketentuan tersebut maka dilakukan pengecekan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang ada di pabrik dan diminta untuk tidak bekerja sementara waktu.
Mindaugas mengatakan, bagi mereka yang suhu tubuhnya berada dalam batasan normal, mereka akan melewati area penyemprotan cairan antiseptik secara menyeluruh dan melakukan cuci tangan tangan secara khusus sebelum memakai masker yang telah disediakan dan akan diganti setiap empat jam.
Bahkan, kata dia, penerapan jaga jarak minimal satu meter dilakukan secara ketat di seluruh area kegiatan produksi, baik ketika mereka sedang bekerja maupun melakukan aktivitas lainnya seperti istirahat dan beribadah. Area produksi didesain ulang dengan sistem unit kecil. Sehingga terdapat tidak lebih dari 40 karyawan dan masing-masing unit kecil diberi partisi.
“Kami telah memaparkan dan berkonsultasi dengan pemerintah dan gugus tugas setempat mengenai penerapkan protokol kesehatan dan sanitasi yang lebih ketat daripada yang dianjurkan,” jelas dia.
Bahkan, pihaknya juga telah menunjuk konsultan medis untuk meninjau dan memberikan masukan. Penerapan protokol tersebut adalah standar normal baru yang sangat penting bagi kelangsungan usaha Sampoerna dengan dua tujuan utama. Pertama adalah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para karyawan dan kedua adalah untuk menjamin kualitas produk dan integritas merek bagi para konsumen dewasa.
Lihat Juga :