Kisah Veteran Perang Peranakan Tionghoa yang Sambung Hidup dengan Melukis
Selasa, 09 November 2021 - 07:53 WIB
loading...
Seorang veteran perang peranakan Tionghoa di Semarang, Trisno Yuwono menjadi pelukis untuk menyambung hidup di masa tuanya. Foto/iNews TV/Taufik Budi
A
A
A
SEMARANG - Jari-jari keriputnya masih lincah memainkan arang di atas kanvas. Bak penari di atas panggung, jari-jari Trisno Yuwono menggoreskan warna hitam pekat dari arang, menjadi lukisan realis tentang pejuang melawan tentara penjajah yang bengis.
Baca juga: Kisah Pertempuran 5 Hari di Semarang, Eyang Giri Nyaris Dipenggal, Muncul Jagal Jepang
Pria peranakan Tionghoa, yang kini berusia 77 tahun tersebut, tak lagi sekuat masa mudanya. Tetapi, semangatnya masih membara. Pelukis renta ini, bukanlah pelukis sembarangan. Dia adalah salah satu veteran perang untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Trisno pernah dikirim ke perbatasan Malaysia, saat terjadi konfrontasi Dwi Komando Rakyat (Dwikora). Bersama ratusan pemuda lainnya, dia diterjunkan ke medan laga di wilayah Riau, pada tahun 1965.
Baca juga: Kisah Pertempuran 5 Hari di Semarang, Eyang Giri Nyaris Dipenggal, Muncul Jagal Jepang
Pria peranakan Tionghoa, yang kini berusia 77 tahun tersebut, tak lagi sekuat masa mudanya. Tetapi, semangatnya masih membara. Pelukis renta ini, bukanlah pelukis sembarangan. Dia adalah salah satu veteran perang untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Trisno pernah dikirim ke perbatasan Malaysia, saat terjadi konfrontasi Dwi Komando Rakyat (Dwikora). Bersama ratusan pemuda lainnya, dia diterjunkan ke medan laga di wilayah Riau, pada tahun 1965.
Lihat Juga :