Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan, 2 Bendungan dan 1 Dapur Rumah Warga Rusak

Senin, 01 November 2021 - 00:50 WIB
loading...
Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan, 2 Bendungan dan 1 Dapur Rumah Warga Rusak
Banjir melanda Desa Tolang, Kabupaten Tapanuli Selatan. Akibatnya, dapur rumah milik warga nyaris hanyut, sedangkan dua unit bendungan rusak parah. Foto/SINDOnews/Zia Nasution
A A A
TAPANULI SELATAN - Banjir bandang menerjang Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (31/10/2021). Akibatnya, dua bendungan dan satu dapur rumah warga mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang 4 Kelurahan di Kota Palopo, Warga Mengungsi ke Masjid

Sekretaris BPBD Tapanuli Selatan, Umar Halomoan Daulay mengatakan, berdasarkan informasi dari salah seorang warga Desa Tolang Jae, M Syukur, banjir mulai terjadi sejak pukul 18.00 WIB.



"Kalau korban jiwa sampai sekarang tidak ada. Namun, dapur rumah milik salah seorang warga nyaris hanyut," ujarnya Umar. Banjir terjadi akibat meluapnya air Sungai Siondop Sibontar Tolang Jae, yang tidak jauh dari desa tersebut.

Baca juga: Memilukan, Pulang Melaut Nelayan di Pandeglang Diseruduk Sedan Mewah hingga Tewas

Selanjutnya kata Umar, banjir bandang ini mengakibatkan dua bendungan irigasi rusak berat, sehingga area persawahan di kawasan tersebut terancam tidak teraliri air dari irigasi.

Banjir bandang juga melanda wilayah Desa Sipange, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (31/10/2021). Akibatnya, sejumlah rumah warga tergenang banjir.

Baca juga: Tebing Longsor di 3 Titik, Jalur Mamasa-Mamuju Lumpuh Total

Luapan banjir juga menggenangi jalur lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan Kabupaten Mandailing Natal, serta Kota Padangsidimpuan. Akibatnya, arus lalu lintas macet total. Ketinggian air di badan jalan mencapai 50 cm.

"Sudah satu jam lebih kami terjebak macet akibat banjir di sini," ujar Asmin, salah seorang sopir angkutan jurusan Padangsidimpuan-Tabuyung, saat dihubungi melalui telepon selulernya. Menurut Asmin, kemacetan terjadi ketinggian air mencapai ketinggian 50 cm, sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2966 seconds (11.210#12.26)