Oknum Teknisi Curi 18 Baterai Aki Tower Telkom di Natuna
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 06:39 WIB
loading...
Sebanyak 18 unit baterai aki tower Telkom di Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna diduga dicuri oknum teknisi Tower Telkom. MPI/Alfie
A
A
A
NATUNA - Sebanyak 18 unit baterai aki tower Telkom di Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna diduga dicuri oknum teknisi tower Telkom. Barang hasil curian tersebut dijual kepada warga dan penadah sebesar Rp1 juta per unit.
"Aksinya ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan katanya sudah sekitar 18 baterai aki yang dicuri sehingga Telkom katanya rugi sampai Rp450 juta," tutur warga yang tidak bersedia disebut namanya.
Kejadian ini juga dibenarkan oleh Camat Pulau Tiga Barat, Sudirman. Ia menuturkan kabar itu sudah lama beredar dan warga kecamatan setempat juga turut membeli barang curian tersebut.
Namun, Sudirman membantah bahwa warga Kecamatan Pulau Tiga Barat sebagai penadah lantaran mereka ikut membeli barang tersebut.
"Betul, itu cerita lama. Bahkan warga juga turut membeli, tapi warga bukan sebagai penadah melainkan mereka membeli untuk keperluan pribadinya saja," tuturnya.
Menurutnya, warga merasa was-was saat membeli barang itu dan mereka mengatakan tertipu oleh oknum tersebut karena barang yang semahal itu dijual dengan harga murah dan diatasnamakan barang bekas.
"Jadi warga ini percaya dengan penjelasan oknum itu, apalagi mengenal yang bersangkutan sebagai teknisi tower. Belum lagi barangnya dijual dengan harga satu juta. Jadi warga tergiur," paparnya.
"Aksinya ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan katanya sudah sekitar 18 baterai aki yang dicuri sehingga Telkom katanya rugi sampai Rp450 juta," tutur warga yang tidak bersedia disebut namanya.
Kejadian ini juga dibenarkan oleh Camat Pulau Tiga Barat, Sudirman. Ia menuturkan kabar itu sudah lama beredar dan warga kecamatan setempat juga turut membeli barang curian tersebut.
Namun, Sudirman membantah bahwa warga Kecamatan Pulau Tiga Barat sebagai penadah lantaran mereka ikut membeli barang tersebut.
"Betul, itu cerita lama. Bahkan warga juga turut membeli, tapi warga bukan sebagai penadah melainkan mereka membeli untuk keperluan pribadinya saja," tuturnya.
Menurutnya, warga merasa was-was saat membeli barang itu dan mereka mengatakan tertipu oleh oknum tersebut karena barang yang semahal itu dijual dengan harga murah dan diatasnamakan barang bekas.
"Jadi warga ini percaya dengan penjelasan oknum itu, apalagi mengenal yang bersangkutan sebagai teknisi tower. Belum lagi barangnya dijual dengan harga satu juta. Jadi warga tergiur," paparnya.
Lihat Juga :