Pencuri Gasak Ratusan Meter Kabel PJU di Dekat Polres Bangkalan Saat Pemadaman Lampu PPKM

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 05:05 WIB
Pencuri Gasak Ratusan Meter Kabel PJU di Dekat Polres Bangkalan Saat Pemadaman Lampu PPKM
Ratusan meter kabel PJU di dekat Mapolres Bangkalan, hilang dicuri saat pemadaman lampu dimasa PPKM. Foto/iNews TV/Taufik Syahrawi
A A A
BANGKALAN - Pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi COVID-19, dimanfaatkan kawanan pencuri menggasak kabel PJU. Pelaku pencurian sangat nekat, karena mereka menggasak kabel PJU di dekat Mapolres Bangkalan.

Baca juga: 12 Komplotan Pencuri Kabel PLN di Pekanbaru Digulung Polisi

Tak main-main, kabel yang dicuri mencapai ratusan meter yang nilainya ratusan juta rupiah. Akibat pencurian kabel PJU tersebut, jalan raya di dekat Mapolres Bangkalan kondisinya gelap gulita saat malam hari.



Kabel PJU yang dicuri posisinya ditanam di median jalan jalur lingkar barat Kabupaten Bangkalan. Pelaku membongkar median jalan, dan mengambil kabel untuk delapan tiang PJU. Diperkirakan panjang kabel yang hilang mencapai sekitar 750 meter.

Baca juga: Aceh Gempar, Beredar Video Warga Beramai-ramai Rekam Harimau Liar di Kebun Sawit



Agus, warga yang tinggal di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian kabel mengaku, aksi pencurian kabel PJU ini sudah yang kelima kalinya sejak pemadaman lampu saat PPKM. "Kalau malam kondisinya gelap, lampunya mati semua karena kabelnya hilang dicuri," ujarnya.

Ironisnya, hingga saat ini belum ada tindak lanjut terkait hilangnya kabel PJU tersebut. Belum ada perbaikan jaringan kabel PJU yang dilakukan Pemkab Bangkalan, sehingga membuat jalur tersebut sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan karena kondisinya gelap saat malam hari.

Baca juga: Apoteker di Lumajang Manfaatkan Kandang Ayam untuk Produksi Sabu

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyogo mengatakan, sudah menerima laporan terkait pencurian fasilitas publik tersebut, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. "Laporan pertama belum ada bukti yang disertakan. Sebulan kemudiaan ada laporan lagi, dan ada bukti-buktinya. Di lokasi tidak ada CCTV serta saksi," terangnya.
(eyt)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2279 seconds (11.210#12.26)