Walhi Sulsel Gagas Peta Partisipatif di Kabupaten Maros
Kamis, 21 Oktober 2021 - 18:25 WIB
loading...
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel menggagas pembuatan peta partisipatif untuk desa dan kecamatan di Kabupaten Maros. Foto: Sindonews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel menggagas pembuatan peta partisipatif untuk desa dan kecamatan di Kabupaten Maros. Hal itu merespons masih minimnya data pengembangan kecamatan di Maros, khususnya terkait kondisi demografis, sumber daya alam dan tapal desa di sejumlah kecamatan.
Olehnya itu, Walhi Sulsel mengajak seluruh camat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menggelar Focus Group Discusission (FGD) untuk insiatif pemetaan partisipasi penataan batas desa serta mendorong area pengembangan wilayah kelola rakyat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Baruga B Kantor Bupati Maros, kemarin.
Baca Juga: Bupati Maros Ingatkan Pentingnya Dokumen Kewarganegaraan
Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin, FGD ini merupakan 'utang' Walhi untuk menjawab tantangan Bupati Maros pada tahun 2017, terkait pemetaan Kabupaten Maros untuk menyelesaikan pemetaan kecamatan. Sebelumnya, kata dia, Walhi Sulsel pernah melakukan pemetaan insiatif untuk Kecamatan Bontoa pada tahun 2017.
"Kegiatan seperti ini sebelumnya pernah kita lakukan, hanya saja baru Kecamatan Bontoa. Makanya, karena kami dulu ditantang Bupati Maros untuk melakukan pemetaan di 14 kecamatan, maka mulai hari ini kita akan buat peta insiatif untuk kecamatan lainnya," tuturnya.
Dia menjelaskan FGD kali ini merupakan forum diskusi bagi seluruh instansi terkait untuk melakukan pemetaan partisipatif dan pemetaan batas desa.
Olehnya itu, Walhi Sulsel mengajak seluruh camat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menggelar Focus Group Discusission (FGD) untuk insiatif pemetaan partisipasi penataan batas desa serta mendorong area pengembangan wilayah kelola rakyat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Baruga B Kantor Bupati Maros, kemarin.
Baca Juga: Bupati Maros Ingatkan Pentingnya Dokumen Kewarganegaraan
Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin, FGD ini merupakan 'utang' Walhi untuk menjawab tantangan Bupati Maros pada tahun 2017, terkait pemetaan Kabupaten Maros untuk menyelesaikan pemetaan kecamatan. Sebelumnya, kata dia, Walhi Sulsel pernah melakukan pemetaan insiatif untuk Kecamatan Bontoa pada tahun 2017.
"Kegiatan seperti ini sebelumnya pernah kita lakukan, hanya saja baru Kecamatan Bontoa. Makanya, karena kami dulu ditantang Bupati Maros untuk melakukan pemetaan di 14 kecamatan, maka mulai hari ini kita akan buat peta insiatif untuk kecamatan lainnya," tuturnya.
Dia menjelaskan FGD kali ini merupakan forum diskusi bagi seluruh instansi terkait untuk melakukan pemetaan partisipatif dan pemetaan batas desa.
Lihat Juga :