Bocah SD di Surabaya Lolos dari Penculikan setelah Melompat dari Mobil Pelaku
Kamis, 21 Oktober 2021 - 15:55 WIB
loading...
MI diculik sepulang menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolahnya. ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - SURABAYA – Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial MI (12) nyaris menjadi korban penculikan oleh tiga orang tak dikenal. MI diculik sepulang menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolahnya, di SDN Jemur Wonosari I pada Selasa (19/10/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.
Siswa asal Jalan Wonosari Gang Buntu itu berhasil kabur setelah tiga pelaku lengah ketika sedang asyik bermain ponsel. Saat itu, satu dari ketiga pelaku sedang main handphone. Satu orang lainnya mengemudikan mobil dan satu pelaku lainnya turun dari mobil. “Barang kali satu pelaku diminta untuk menjaga MI. Tapi malah main handphone. Akhirnya dia (MI) kabur,” kata orang tua MI, Nur Paini, Rabu (20/10/2021).
Selama disekap, MI mengingat aktivitas para pelaku di dalam mobil. Satu orang duduk di samping kiri sopir dan sibuk dengan ponsel di tangannya. Satu orang lainnya, bertugas menyekap sekaligus membekap mulut IM selama perjalanan.
Sepanjang perjalanan, MI bercerita jika para pelaku itu saling berbicara satu sama lainnya. Namun MI tidak memahami secara pasti obrolan yang terjadi di tengah mereka.
Ketika berhasil kabur dari para penculik tersebut, MI lari menuju sekitaran SMP 13 Surabaya di Jalan Jemursari. MI kemudian masuk ke sejumlah gang untuk menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, MI menangis sampai hendak pingsan.
Bocah berkacamata itu kemudian menceritakan kejadian yang dia alami tersebut kepada orang tuanya. “Ketika kabur, dia (MI) tidak berteriak karena ketakutan,” ujar Paini.
Kepada Paini, MI mengaku sempat terjatuh hingga bibirnya berdarah, dan menetes di bajunya. Dari cerita MI, Paini mengungkapkan bahwa, usia para pelaku diperkirakan sekitar 40-45 tahun. Dua orang pelaku berpostur pendek.
Sementara satu lainnya agak tinggi dengan rambut botak dan berkulit putih. MI sendiri tak mengenali para pelaku karena semuanya menggunakan masker penutup hidung dan mulut warna hitam. Baca: Buka Konferensi PWI Sumut, Gubsu Harapkan Ketua Terpilih Bukan Karbitan.
Siswa asal Jalan Wonosari Gang Buntu itu berhasil kabur setelah tiga pelaku lengah ketika sedang asyik bermain ponsel. Saat itu, satu dari ketiga pelaku sedang main handphone. Satu orang lainnya mengemudikan mobil dan satu pelaku lainnya turun dari mobil. “Barang kali satu pelaku diminta untuk menjaga MI. Tapi malah main handphone. Akhirnya dia (MI) kabur,” kata orang tua MI, Nur Paini, Rabu (20/10/2021).
Selama disekap, MI mengingat aktivitas para pelaku di dalam mobil. Satu orang duduk di samping kiri sopir dan sibuk dengan ponsel di tangannya. Satu orang lainnya, bertugas menyekap sekaligus membekap mulut IM selama perjalanan.
Sepanjang perjalanan, MI bercerita jika para pelaku itu saling berbicara satu sama lainnya. Namun MI tidak memahami secara pasti obrolan yang terjadi di tengah mereka.
Ketika berhasil kabur dari para penculik tersebut, MI lari menuju sekitaran SMP 13 Surabaya di Jalan Jemursari. MI kemudian masuk ke sejumlah gang untuk menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, MI menangis sampai hendak pingsan.
Bocah berkacamata itu kemudian menceritakan kejadian yang dia alami tersebut kepada orang tuanya. “Ketika kabur, dia (MI) tidak berteriak karena ketakutan,” ujar Paini.
Kepada Paini, MI mengaku sempat terjatuh hingga bibirnya berdarah, dan menetes di bajunya. Dari cerita MI, Paini mengungkapkan bahwa, usia para pelaku diperkirakan sekitar 40-45 tahun. Dua orang pelaku berpostur pendek.
Sementara satu lainnya agak tinggi dengan rambut botak dan berkulit putih. MI sendiri tak mengenali para pelaku karena semuanya menggunakan masker penutup hidung dan mulut warna hitam. Baca: Buka Konferensi PWI Sumut, Gubsu Harapkan Ketua Terpilih Bukan Karbitan.
Lihat Juga :