Minim Catatan Sejarah, Bangunan Makam di Jalan Majapahit Kota Malang Masih Misteri
Kamis, 21 Oktober 2021 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Minimnya catatan sejarah dari bangunan yang diduga makam ini membuatnya mengasumsikan bisa saja bangunan itu dibuat, agar tidak digusur. Maka julukan shadow makam, disematkan Reza kepada bangunan itu. Baca: Lembang Diterjang Longsor, Tembok Rumah Warga Jebol Dihantam Material.
Hal ini diperkuat dengan karakter orang Jawa, pada khususnya yang sering memercayai bangunan makam yang kemudian dieksploitasi.
"Makam itu shadow makam, makam pura - pura, biar nggak digusur, namanya kekuatan yang sudah mati, atau memang dibuat, karena tahu di Jawa khususnya, dan masyarakat Indonesia punya kepercayaan berlebihan kepada makam, sehingga itu dimanfaatkan dieksploitasi," terangnya.
Nada serupa diungkapkan Sejarawan Dwi Cahyono yang belum mengetahui asal usul adanya bangunan yang diduga kuat makam ini. Baca Juga: Berdalih Pemerasan, Wartawan Korban Penyiraman Air Keras Dilaporkan Tersangka ke Polisi.
"Ya siapa pun itu kayaknya juga nggak tahu siapa tokoh itu. Nggak bakal tahu, kalau ada yang kemudian nyebut Mbah siapa, jelas itu identifikasi baru. Saya nggak yakin kalau itu nama tokoh yang sesungguhnya, reka-rekaan orang - orang sekarang," papar Dwi Cahyono.
Hal ini diperkuat dengan karakter orang Jawa, pada khususnya yang sering memercayai bangunan makam yang kemudian dieksploitasi.
"Makam itu shadow makam, makam pura - pura, biar nggak digusur, namanya kekuatan yang sudah mati, atau memang dibuat, karena tahu di Jawa khususnya, dan masyarakat Indonesia punya kepercayaan berlebihan kepada makam, sehingga itu dimanfaatkan dieksploitasi," terangnya.
Nada serupa diungkapkan Sejarawan Dwi Cahyono yang belum mengetahui asal usul adanya bangunan yang diduga kuat makam ini. Baca Juga: Berdalih Pemerasan, Wartawan Korban Penyiraman Air Keras Dilaporkan Tersangka ke Polisi.
"Ya siapa pun itu kayaknya juga nggak tahu siapa tokoh itu. Nggak bakal tahu, kalau ada yang kemudian nyebut Mbah siapa, jelas itu identifikasi baru. Saya nggak yakin kalau itu nama tokoh yang sesungguhnya, reka-rekaan orang - orang sekarang," papar Dwi Cahyono.
(nag)
Lihat Juga :