ITS Rancang Transportasi Autonomous Hadapi New Normal

Rabu, 03 Juni 2020 - 17:09 WIB
loading...
ITS Rancang Transportasi Autonomous Hadapi New Normal
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mulai menyiapkan strategi recovery pada tatanan kehidupan normal baru (new normal) di sektor transportasi. Foto/Ist.
A A A
SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mulai menyiapkan strategi recovery pada tatanan kehidupan normal baru (new normal) di sektor transportasi. Mereka bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta tiga perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya.

(Baca juga: Hasil Tes Swab di Kedungdoro Molor, Wawali Surabaya Jadi Korban )

Ketiga PTN yang diajak berkolaborasi adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka semua menyiapkan konsep new normal di bidang transportasi yang bisa dijadikan rujukan di Indonesia.

Kerjasama ini disiarkan secara live streaming dari ITS TV yang dihadiri Balitbang Perhubungan diwakili oleh Dedy Cahyadi selaku Kepala Pusat Litbang Transportasi Antarmoda, dan Cucu Mulyana selaku Kepala Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian.

Selanjutnya diikuti oleh I Nyoman Sukay Adnya selaku Kepala Pusat Litbang Transportasi Laut, Sungai, dan Penyeberangan, serta Novyanto Widadi selaku Kepala Pusat Litbang Transportasi Udara.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menuturkan, Presiden Joko Widodo telah mewacanakan agar nantinya masyarakat bisa hidup berdampingan dengan COVID-19, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Pemerintah terus memantau perkembangan berdasarkan data dan fakta di lapangan untuk menentukan kapan pemerintah bisa membawa Indonesia ke arah tatanan kehidupan normal baru," katanya, Rabu (3/6/2020).

Dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi, pemerintah berharap mendapat masukan terkait analisa dan kajian dalam merumuskan kebijakan strategis guna mempersiapkan kehidupan normal baru. "Sebab, kehidupan normal baru akan menghadirkan keuntungan yang baik bagi Indonesia," ucapnya.

Pertama, tatanan normal sosial baru akan menjaga Indonesia dari ancaman COVID-19. Kedua, tatanan baru mendukung keberlangsungan bangsa agar tidak terpuruk oleh masalah baru lainnya seperti ketahanan pangan, krisis ekonomi, serta demi keberlangsungan pendidikan untuk anak-anak dan bangsa.

(Baca juga: Ini Penjelasan Risma Tentang Penanganan COVID-19 di Surabaya )
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1078 seconds (10.55#12.26)