Miris! Guru Honorer Gantung Diri karena Tak Lulus Ujian P3K
Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:35 WIB
loading...
Keluarga memeriksa Sainun, guru honorer di Lombok Tengah ditemukan tewas tergantung di ruang tamu rumahnya. Foto: iNewsTV/Edi Gustan
A
A
A
LOMBOK TENGAH - Sainun, guru honorer di Lombok Tengah ditemukan tewas tergantung di ruang tamu rumahnya. Mirisnya, warga Dusun Murbaya, Desa Murbaya, Pringgarata itu diduga depresi karena tidak lulus ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) .
Peristiwa itu sempat menggemparkan masyarakat Murbaya. Peristiwa yang terjadi Minggu pagi (17/10) itu pertama kali diketahui anaknya yang baru berusia 5 tahun, Muhammad Fakih. Sang anak terkejut melihat ibunya tergantung.
Baca juga: 14 Tahun Jadi Honorer, Guru SD Negeri Ini Akhirnya Lulus PPPK
Lantas, dia memberitahu warga hingga berdatangan melihat kejadian memilukan itu. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polisi Sektor Pringgarata.
Kapolsek Pringgarata Iptu Derpin Hutabarata, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama sejumlah anggota Polsek Pringgarata.
Polisi memeriksa saksi termasuk Halid, suaminya yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). "Anak korban keluar rumah memberitahukan kejadian tersebut kepada Warga sekitar, selanjutnya Warga berdatangan,’ ujar Derpin kepada wartawan.
Baca juga: Miris! Remaja Kelas 1 SMA di Halmahera Tengah Diduga Digilir Semalaman 4 Pria hingga Tewas
Dikatakan, setelah jenazah diturunkan, langsung dilarikan ke UPTD Puskesmas Pringgarata. Saat peristiwa terjadi, wanita 46 tahun itu sedang berdua dengan anaknya.
Sementara ayahnya sedang bertugas di Kantor Bupati Lombok Barat. Dari informasi yang diperoleh bahwa dalam kesehariannya korban kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
Hal serupa dikatakan Halid kepada polisi bahwa korban diduga mengalami depresi akibat banyaknya permasalahan yang dihadapi seperti ingin mendirikan toko, sering mengikuti tes P3K namun tidak lulus, sering mengonsumsi obat yang dibeli secara online, serta sering terjatuh dari atas kendaraan.
Baca juga: Sebelum Mati Dalam Jerat Babi, Harimau Sumatera Meronta dan Kaki Alami Luka Parah
"Suami maupun keluarga korban, menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah, serta menolak untuk dilakukan autopsy,” ungkap Derpin
Hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Pringgarata ditemukan kotoran di bagian paha kiri, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 2 jam, yang ditandai dengan belum terjadinya kaku pada mayat maupun tidak ditemukan adanya lebam.
Korban akhirnya dimakamkan di pemakaman umum setempat pada pukul 15.00 Wita.
Peristiwa itu sempat menggemparkan masyarakat Murbaya. Peristiwa yang terjadi Minggu pagi (17/10) itu pertama kali diketahui anaknya yang baru berusia 5 tahun, Muhammad Fakih. Sang anak terkejut melihat ibunya tergantung.
Baca juga: 14 Tahun Jadi Honorer, Guru SD Negeri Ini Akhirnya Lulus PPPK
Lantas, dia memberitahu warga hingga berdatangan melihat kejadian memilukan itu. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polisi Sektor Pringgarata.
Kapolsek Pringgarata Iptu Derpin Hutabarata, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama sejumlah anggota Polsek Pringgarata.
Polisi memeriksa saksi termasuk Halid, suaminya yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). "Anak korban keluar rumah memberitahukan kejadian tersebut kepada Warga sekitar, selanjutnya Warga berdatangan,’ ujar Derpin kepada wartawan.
Baca juga: Miris! Remaja Kelas 1 SMA di Halmahera Tengah Diduga Digilir Semalaman 4 Pria hingga Tewas
Dikatakan, setelah jenazah diturunkan, langsung dilarikan ke UPTD Puskesmas Pringgarata. Saat peristiwa terjadi, wanita 46 tahun itu sedang berdua dengan anaknya.
Sementara ayahnya sedang bertugas di Kantor Bupati Lombok Barat. Dari informasi yang diperoleh bahwa dalam kesehariannya korban kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
Hal serupa dikatakan Halid kepada polisi bahwa korban diduga mengalami depresi akibat banyaknya permasalahan yang dihadapi seperti ingin mendirikan toko, sering mengikuti tes P3K namun tidak lulus, sering mengonsumsi obat yang dibeli secara online, serta sering terjatuh dari atas kendaraan.
Baca juga: Sebelum Mati Dalam Jerat Babi, Harimau Sumatera Meronta dan Kaki Alami Luka Parah
"Suami maupun keluarga korban, menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah, serta menolak untuk dilakukan autopsy,” ungkap Derpin
Hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Pringgarata ditemukan kotoran di bagian paha kiri, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 2 jam, yang ditandai dengan belum terjadinya kaku pada mayat maupun tidak ditemukan adanya lebam.
Korban akhirnya dimakamkan di pemakaman umum setempat pada pukul 15.00 Wita.
(nic)
Lihat Juga :