4 Fakta Tren Mabuk Air Rebusan Pembalut Wanita Kadaluwarsa, Nomer 3 Bisa Bikin Mati

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 18:21 WIB
4 Fakta Tren Mabuk Air Rebusan Pembalut Wanita Kadaluwarsa, Nomer 3 Bisa Bikin Mati
Mabuk dengan air rebusan pembalut wanita yang sudah kadaluarsa menjadi tren baru di kalangan pelajar di Karawang, Jawa Barat. Ironisnya bisa bikin mati. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
KARAWANG - Mabuk dengan air rebusan pembalut wanita yang sudah kadaluarsa menjadi tren baru di kalangan pelajar di Karawang, Jawa Barat. Fenomena pesta minuman memabukkan yang menjijikkan dan tak lazim ini diungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang, Dhea Rhinofa.

Terungkapnya tren baru mabuk murah meriah dengan air rebusan pembalut wanita ini berdasarkan temuan pihak BNN atas kasus narkotika di kalangan remaja.

Berikut fakta air rebusan pembalut wanita:
1. Pakai Pembalut Wanita Kadaluarsa
Minuman memabukkan yang ditenggak para remaja berasal dari rebusan air dicampur pembalut wanita yang sudah kadaluarsa.

Baca juga: Menjijikkan, Tren Mabuk di Kalangan Pelajar Karawang Minum Air Rebusan Pembalut Wanita



2. Dijualbelikan
Karena menjanjikan keuntungan, maka air hasil rebusan pembalut wanita kadaluarsa diperjualbelikan. Konsumen yang mau mengkonsumsi tinggal beli di kios tertentu. Hal ini terungkap saat penggerebekan BNN Kabupaten Karawang.

Saat penggerebekan disita 1 dus berisikan pembalut wanita kadaluarsa, dan satu botol yang diduga digunakan sebagai tempat air rebusan untuk dijualbelikan.

3. Bisa Bikin Mati
BNN Karawang mengungkap jika air rebusan pembalut wanita dikonsumsi secara berlebihan dapat menghilangkan nyawa peminumnya.

Baca juga: Sadis! Pria Pekanbaru Bunuh Istri Siri saat Masih Belum Pakai Baju Usai Bersetubuh

4. Direhabilitasi

Saat ini BNN Karawasang sedang melakukan pembinaan dan rehabilitasi sesuai aturan yang berlaku bagi pelajar yang tersangkut penyalahgunaan obat obatan terlarang, termasuk mabuk dengan air rebusan pembalut wanita kadaluarsa.
(shf)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2167 seconds (11.210#12.26)