Pemkab Bulukumba Kejar Realisasi Target Vaksinasi 30% hingga Akhir Tahun
Selasa, 12 Oktober 2021 - 12:41 WIB
loading...
Rapat monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pendopo Rujab Bupati, Senin 11 Oktober 2021 kemarin. Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan
A
A
A
BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba berupaya mengejarrealisasi vaksinasi hingga 30% dari total sasaran 346.759 penduduk, akhir tahun ini. Sampai bulan ini, capaian vaksinasi di Bulukumba baru di angka 20%.
Demi mengejar realisasi vaksinasi itu, Bupati Bulukumba , Muchtar Ali Yusuf meminta Satgas atau unit kerja yang terkait untuk mengambil langkah-langkah strategis mengejar target vaksinasi.
Baca juga:Usulan Pinjaman Pemkab Bulukumba Direstui Rp75 Miliar
"Posisi masih 80 persen belum vaksin, sehingga ini harus digenjot,” ungkap Bupati saat memimpin monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pendopo Rujab Bupati, Senin 11 Oktober 2021 kemarin.
Dengan capaian tersebut, Andi Utta sapaannya meminta Gerakan Grebek Covid diubah tugasnya untuk menyasar warga yang belum vaksin. Selama ini, Grebek Covid hanya melakukan pengecekan terhadap gejala Covid-19 warga dengan tes suhu tubuh dan oximeter.
Ia mengajak jajaran pemerintah seperti camat, kepala desa dan lurah bersama unsur TNI-Polri di wilayahnya untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat, sehingga sadar pentingnya herd immunity.
Baca juga:Taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia PKL di Bulukumba
“Saya mengajak mari kita proaktif, bagaimana melakukan inovasi sehingga target capaian vaksin dapat kita maksimalkan,” pintanya.
Terkait urusan ketersediaan vaksin, Andi Utta mengaku menjadi tanggung jawabnya melakukan koordinasi dengan provinsi dan pusat. Tapi yang terpenting bagaimana vaksin yang dikirim ke Bulukumba digunakan untuk masyarakat, bukan untuk dikoleksi.
Sementara itu, Kadis Kesehatan, dr Wahyuni AS menyampaikan, pelayanan vaksinasi di Kabupaten Bulukumba dilakukan di 23 unit layanan vaksinasi. Terdiri dari 20 puskesmas, ditambah posko di Kodim, Polres dan RSUD.
Baca juga:Andi Utta Minta Papdesi Dukung Kemandirian Desa di Bulukumba
Jumlah vaksinator sebanyak 228 orang, di mana rata-rata kemampuan melakukan vaksinasi oleh 1 tim (terdiri dari 12 orang) maksimal 200 orang per hari.
“Sebenarnya ketersedian vaksin saat ini cukup, namun partisipasi masyarakat untuk mendatangi tempat pelayanan masih rendah,” ungkapnya.
Padahal dulu, lanjutnya di awal mulanya vaksinasi Covid-19 justru ketersediaan vaksin terbatas, sehingga jadwal pelaksanaan vaksin kadang tertunda.
Baca juga:Capai Target PAD Sudah 95 Persen, Kominfo Ingin Tingkatkan Layanan Internet
Menurutnya, selama ini, kebanyakan masyarakat yang mendatangi tempat pelayanan vaksin masih pada golongan yang membutuhkan terkait dengan pemberlakukan aturan PPKM.
“Jadi masih sangat dibutukan penyadaran akan pentingnya vaksinasi. Juga pentingnya tokoh masyarakat memberikan contoh dan membantu meluruskan informasi hoaks mengenai dampak vaksinasi,” pinta mantan Direktur RSUD Andi Sulthan Daeng Radja ini.
Demi mengejar realisasi vaksinasi itu, Bupati Bulukumba , Muchtar Ali Yusuf meminta Satgas atau unit kerja yang terkait untuk mengambil langkah-langkah strategis mengejar target vaksinasi.
Baca juga:Usulan Pinjaman Pemkab Bulukumba Direstui Rp75 Miliar
"Posisi masih 80 persen belum vaksin, sehingga ini harus digenjot,” ungkap Bupati saat memimpin monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pendopo Rujab Bupati, Senin 11 Oktober 2021 kemarin.
Dengan capaian tersebut, Andi Utta sapaannya meminta Gerakan Grebek Covid diubah tugasnya untuk menyasar warga yang belum vaksin. Selama ini, Grebek Covid hanya melakukan pengecekan terhadap gejala Covid-19 warga dengan tes suhu tubuh dan oximeter.
Ia mengajak jajaran pemerintah seperti camat, kepala desa dan lurah bersama unsur TNI-Polri di wilayahnya untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat, sehingga sadar pentingnya herd immunity.
Baca juga:Taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia PKL di Bulukumba
“Saya mengajak mari kita proaktif, bagaimana melakukan inovasi sehingga target capaian vaksin dapat kita maksimalkan,” pintanya.
Terkait urusan ketersediaan vaksin, Andi Utta mengaku menjadi tanggung jawabnya melakukan koordinasi dengan provinsi dan pusat. Tapi yang terpenting bagaimana vaksin yang dikirim ke Bulukumba digunakan untuk masyarakat, bukan untuk dikoleksi.
Sementara itu, Kadis Kesehatan, dr Wahyuni AS menyampaikan, pelayanan vaksinasi di Kabupaten Bulukumba dilakukan di 23 unit layanan vaksinasi. Terdiri dari 20 puskesmas, ditambah posko di Kodim, Polres dan RSUD.
Baca juga:Andi Utta Minta Papdesi Dukung Kemandirian Desa di Bulukumba
Jumlah vaksinator sebanyak 228 orang, di mana rata-rata kemampuan melakukan vaksinasi oleh 1 tim (terdiri dari 12 orang) maksimal 200 orang per hari.
“Sebenarnya ketersedian vaksin saat ini cukup, namun partisipasi masyarakat untuk mendatangi tempat pelayanan masih rendah,” ungkapnya.
Padahal dulu, lanjutnya di awal mulanya vaksinasi Covid-19 justru ketersediaan vaksin terbatas, sehingga jadwal pelaksanaan vaksin kadang tertunda.
Baca juga:Capai Target PAD Sudah 95 Persen, Kominfo Ingin Tingkatkan Layanan Internet
Menurutnya, selama ini, kebanyakan masyarakat yang mendatangi tempat pelayanan vaksin masih pada golongan yang membutuhkan terkait dengan pemberlakukan aturan PPKM.
“Jadi masih sangat dibutukan penyadaran akan pentingnya vaksinasi. Juga pentingnya tokoh masyarakat memberikan contoh dan membantu meluruskan informasi hoaks mengenai dampak vaksinasi,” pinta mantan Direktur RSUD Andi Sulthan Daeng Radja ini.
(luq)
Lihat Juga :