Perempuan di Bali Rekayasa Perampokan Usai Habiskan Harta Mertua
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:57 WIB
loading...
Rumah korban rekayasa perampokan dipasang garis polisi. Kasus ini terbongkar pelakunya ditahan.Foto/Miftahul Chusna
A
A
A
DENPASAR - Ni Kadek Ardiasih (24), perempuan di Bangli, Bali, ini nekat merekayasa perampokan agar bisa mengembalikan uang milik mertuanya yang telah dia habiskan.
Akibat ulahnya, Ardiasih kini harus mendekam di sel tahanan karena membuat laporan palsu. "Ternyata pelakunya korban sendiri yang merampok mertuanya," kata Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Minggu (10/10/2021).
Kasus itu bermula dari laporan Ardiasih yang mengaku dirampok saat berada di rumahnya di Desa Cempaga, Kamis (7/10/2021) pekan lalu.
Baca juga: Mayat Terikat Tali, Mulut Dilakban dan Ditelanjangi Gemparkan Riau
Polisi yang datang ke TKP menemukan Ardiasih dengan kedua tangan terikat dan mulut tersumpal. Seisi rumah juga dalam kondisi berantakan.
Saat dirampok, Ardiasih mengaku di rumah sendirian. Suami dan mertuanya laki-lakinya sedang bekerja. Perampok membawa kabur uang puluhan juta dan perhiasan.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan kejanggalan. Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Balok kayu dan sabit yang dipakai pelaku untuk menyerang korban juga tidak ada kesesuaian di TKP.
Akibat ulahnya, Ardiasih kini harus mendekam di sel tahanan karena membuat laporan palsu. "Ternyata pelakunya korban sendiri yang merampok mertuanya," kata Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Minggu (10/10/2021).
Kasus itu bermula dari laporan Ardiasih yang mengaku dirampok saat berada di rumahnya di Desa Cempaga, Kamis (7/10/2021) pekan lalu.
Baca juga: Mayat Terikat Tali, Mulut Dilakban dan Ditelanjangi Gemparkan Riau
Polisi yang datang ke TKP menemukan Ardiasih dengan kedua tangan terikat dan mulut tersumpal. Seisi rumah juga dalam kondisi berantakan.
Saat dirampok, Ardiasih mengaku di rumah sendirian. Suami dan mertuanya laki-lakinya sedang bekerja. Perampok membawa kabur uang puluhan juta dan perhiasan.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan kejanggalan. Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Balok kayu dan sabit yang dipakai pelaku untuk menyerang korban juga tidak ada kesesuaian di TKP.
Lihat Juga :