Geger! Atlet Tinju DKI dan Relawan PON XX Baku Hantam di Arena GOR Cenderawasih
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 20:28 WIB
loading...
Atlet Tinju DKI terlibat baku hantam dengan sejumlah relawan PB PON XX Papua yang bertugas di Venue Tinju GOR Cenderawasih, Senin (8/10/2021). Fotop iNews TV/Chanry AS
A
A
A
JAYAPURA - Kericuhan pecah di Venue Tinju yang berada di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10/2021) malam. Dimana atlet Tinju DKI terlibat baku hantam dengan sejumlah relawan PB PON XX Papua yang bertugas di Venue Tinju tersebut.
Dari informasi yang didapatkan, kejadian keributan ini berawal saat salah satu atlet tinju asal DKI Jakarta, Jil Mandagie tidak terima dengan keputusan wasit yang memenangkan atlet tinju asal NTT, Luki Mira Agusto Hari.
Baca : Penembak Cantik Peraih Emas PON XX Ini Minta Jodoh, Ridwan Kamil: Siap Laksanakan
Atlet Tinju DKI Jil Mandagie kemudian turun dari ring lalu membanting pintu dan memukul kun spanduk pembatas dan tidak diterima oleh relawan yang melakukan pengamanan di bawah ring dan memenangkan atlet tersebut.
Aksi tersebut memicu terjadinya baku hantam antara atlet Tinju DKI dan Relawan PB PON XX yang mana berimbas adanya pemukulan terhadap atlet.
"Atas aksi pemukulan itu, sehingga atlet DKI bersama kuasa hukumnya tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Papua," ungkap salah seorang anggota Polisi di lokasi kejadian.
Dari informasi yang didapatkan, kejadian keributan ini berawal saat salah satu atlet tinju asal DKI Jakarta, Jil Mandagie tidak terima dengan keputusan wasit yang memenangkan atlet tinju asal NTT, Luki Mira Agusto Hari.
Baca : Penembak Cantik Peraih Emas PON XX Ini Minta Jodoh, Ridwan Kamil: Siap Laksanakan
Atlet Tinju DKI Jil Mandagie kemudian turun dari ring lalu membanting pintu dan memukul kun spanduk pembatas dan tidak diterima oleh relawan yang melakukan pengamanan di bawah ring dan memenangkan atlet tersebut.
Aksi tersebut memicu terjadinya baku hantam antara atlet Tinju DKI dan Relawan PB PON XX yang mana berimbas adanya pemukulan terhadap atlet.
"Atas aksi pemukulan itu, sehingga atlet DKI bersama kuasa hukumnya tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Papua," ungkap salah seorang anggota Polisi di lokasi kejadian.
Lihat Juga :