Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Kisah Mistis Bung Karno, Mendung Menghampiri Setiap Kali ke Bali

loading...
Kisah Mistis Bung Karno, Mendung Menghampiri Setiap Kali ke Bali
Kisah mistis Bung Karno saat datang ke Bali diungkap orang dekat hingga saksi hidup yang pernah merasakan aura mistisnya. Foto/Ist
Kisah mistis Bung Karno selalu menarik untuk disimak. Di Bali, jejak mistis sang proklamator diungkap orang-orang dekat hingga saksi hidup yang pernah merasakan aura mistik Bung Karno.

Kisah mistis Bung Karno tentu tidak bisa dilepaskan dari hubungan batin yang kuat dia dengan orang Bali. Soekarno lahir dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, perempuan Bali dari kasta Brahmana.

Baca juga: Samaun Bakri, Utusan Bung Karno yang Gugur Saat Menjalankan Tugas Negara

Cindy Adams pernah mengungkap kisah mistis Bung Karno dalam bukunya Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitakan Yayasan Bung Karno dan Penerbit Media Pressindo tahun 2007.



Wartawan asal Amerika yang dekat dengan Bung Karno itu berkata "Di Pulau Bali, orang percaya bahwa Soekarno adalah penjelmaan kembali Dewa Wisnu, dewa hujan dalam agama Hindu".

Kisah Mistis Bung Karno, Mendung Menghampiri Setiap Kali ke Bali

Kisah mistis Bung Karno saat datang ke Istana Tampaksiring, Gianyar, Bali diungkap orang dekat hingga saksi hidup yang pernah merasakan aura mistisnya. Foto/Ist

Di buku itu, Bung Karno berkata, "Setiap kali aku datang ke tempat istirahat yang kecil, yang aku rencanakan dan bangun sendiri di luar Denpasar (Istana Tampaksiring), kedatanganku bagi mereka berarti hujan, bahkan di tengah musim kemarau sekalipun."

Baca juga: Cerita Megawati Pernah Diajak Bung Karno ke Yayasan Disabilitas

"Orang Bali yakin, aku membawa pangestu kepada mereka. Saat terakhir aku terbang ke Bali, mereka sedang mengalami musim kering. Begitu aku mendarat, air tercurah dari langit. Jujur, aku mengucapkan syukur kepada Sang Maha Pencipta, bila turun hujan selama aku tinggal di Tampaksiring. Karena kalau ini tidak terjadi, sedikit banyak akan mengurangi pengaruhku," sambung Bung Karno.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top