Gerakan Massa Blitar Ora Didol Segel Pembuangan Limbah PT Greenfields

Jum'at, 24 September 2021 - 19:41 WIB
loading...
Gerakan Massa Blitar...
Warga berunjuk rasa dan menyegel pembuangan limbah PT Greenfields di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A A A
BLITAR - Gerakan massa "Blitar Ora Didol" (Blitar Tidak Dijual) berunjuk rasa di lokasi lagoon atau pembuangan limbah kotoran sapi milik PT Greenfields Indonesia. Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.

Baca juga: Polres Blitar Proses Laporan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan PH PT Greenfields

Massa yang tergabung dalam Komunitas Blitar Wani (KBW) beserta warga terdampak limbah, menyegel lokasi pembuangan limbah yang berlokasi di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.



"Hari ini kita menyegel PT Greenfields bersama rakyat," ujar Koordinator aksi, Anna Luthfie kepada wartawan Jumat (24/9/2021). Tiba di lokasi pembuangan limbah, massa langsung berorasi.

Baca juga: Hilang Diculik Selama 16 Hari, Gadis Cantik Ditemukan Jadi Tengkorak dengan Leher Terlilit

Sejumlah poster bernada kritik, dibentangkan. Diantaranya "Selamatkan Mblitar, Blitar Rumah Kita", "Susune Kanggo Kowe, Tletonge Kanggo Aku", "Stop Pencemaran Lingkungan", "Disegel Rakyat".

Kepada Bupati Blitar, Rini Syarifah, massa membentangkan poster bertuliskan "Janjimu Palsu Mak Rini". "Aksi yang kita lakukan adalah batas toleransi kita terhadap pengerusakan lingkungan yang berlangsung bertahun-tahun," kata Anna Luthfie.

Sejak mendirikan peternakan sapi perah (Farm 2) di Kecamatan Wlingi, pada tahun 2018. Luthfie melihat PT Greenfields tidak memiliki good will atau niat baik terhadap lingkungan.

Baca juga: Janda Ngaku Perawan, Pengusaha Cantik Asal Malang Tak Ditahan Kejati Jatim

Limbah kotoran sapi sebanyak 1.500 ton per hari, tidak diolah dengan baik. Di saat penuh, limbah yang berada di lagoon langsung dialirkan ke sungai. Akibatnya air sungai menjadi kotor sekaligus berbau busuk.

Banyak ikan yang mati. Termasuk ikan di kolam milik warga yang airnya berasal dari sungai, juga ikut mati. "Tidak hanya sungai. Ini juga mencemari sumber-sumber air yang ada," kata Luthfie.

Menurut Luthfie, kalau memiliki good will, harusnya PT Greenfields menambah investasi pengolahan limbah cair. Apalagi nominal yang dibutuhkan untuk investasi tersebut, kata Luthfie tidak ada 10 % dari keuntungan bisnis yang dicapai. Yakni puluhan miliar. "Tapi Good will saja mereka tidak punya," terang Luthfie.

Baca juga: Daerah Rawan KKB Itu Kini Jadi Destinasi Wisata Menakjubkan di Papua

Aksi yang berlangsung di tengah jalan menuju kantor PT Greenfields, sempat menghentikan lalu lintas jalan. Sebagai simbolisasi penyegelan, dua batang bambu dibentangkan. Anna Luthfie menegaskan, rakyat Blitar tidak menolak investasi asing. Dengan syarat investasi yang ada memiliki manfaat besar buat masyarakat Kabupaten Blitar.

Sikap tersebut kata Luthfie, berkaitan dengan tag line "Blitar Ora Didol" yang mereka usung. Tag line "Blitar Ora Didol" adalah peringatan kepada Pemkab Blitar untuk tidak main-main.

Bupati Blitar, Rini Syarifah didesak segera melaporkan PT Greenfields ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kemudian juga melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Uang Arisan Tak Diserahkan, Ibu-ibu Cantik Terlibat Tawuran di Jalan

Laporan ke KPK kata Luthfie karena PT Greenfields diduga tidak pernah menjalankan kewajiban CSR yang itu sesuai amanat undang-undang. "Kita mendesak Pemkab Blitar segera melaporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan KPK," pungkas Luthfie.

Menanggapi aksi pendemo, Sutrisno Lede yang mengaku sebagai perwakilan Humas PT Greenfields Indonesia mengatakan, menyambut positif. Aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa kata Sutrisno akan ia sampaikan kepada perusahaan sebagai bahan evaluasi. "Kita menyambut positif aksi ini. Akan kita sampaikan ke perusahaan sebagai bahan evaluasi," ujar Sutrisno.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
DPMPTSP Bontang Ditarget...
DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Rekomendasi
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Berita Terkini
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved