Beredar Video Kesaksian Nakes Tentang Kekejaman KKB, 3 Suster Dilucuti Pakaian Dalamnya, Disiksa dan Dilempar ke Jurang

Sabtu, 18 September 2021 - 09:44 WIB
loading...
Beredar Video Kesaksian...
Tangkapan layar video kesaksian tenaga medis yang diserang KKB OPM pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (13/9/2021) lalu. Foto/Ist.
A A A
JAYAPURA - Duka masih menyelimuti dunia kesehatan, usai aksi penyerangan brutal dan kejam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Anggota KKB OPM menyerang, membakar, serta membunuh tenaga kesehatan (Nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (13/9/2021).

Baca juga: Dihujani Peluru KKB, Pasukan Raider Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Meliani di Pedalaman Papua

Usai pasukan gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi para nakes yang menjadi korban kekejaman KKB OPM pimpinan Lamek Taplo di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, beredar video kesaksian nakes tentang peristiwa brutal yang mereka alami.



Dalam video yang beredar, seorang nakes pria menceritakan bagaimana detik-detik peristiwa brutal dan kejam di luar batas kemanusiaan terjadi dalam peristiwa tersebut. Para nakes diburu seperti hewan, dilucuti pakainnya, disiksa, lalu dibunuh dan dilempar ke jurang.

Baca juga: IDI Minta Negara Jamin Keselamatan Tenaga Kesehatan di Papua

"Setelah sekitar 20 menit terjadi kerusuhan dan pembakaran, plafon asrama yang ditempati nakes mulai terbakar dan runtuh. Saya bersama tiga suster, yakni suster Kritin, suster Ela (Gabriela Meliani), dan suster Anti memilih keluar dari barak medis," ungkapnya.

Namun setelah lari keluar gedung asrama untuk menyelamatkan diri dari kobaran api, tak membuat para nakes dapat selamat. Di luar gedung telah menunggu puluhan anggota KKB OPM membawa berbagai senjata, mulai dari parang hingga panah.

Anggota KKB OPM tersebut dengan beringas mengepung para nakes yang dilanda ketakutan. "Saat saya berusaha lari bersama tiga suster ini, mereka (KKB OPM) langsung menghadang dari segala arah. Ketiga suster saya rangkul lalu lari ke dekat jurang," ungkapnya.

Baca juga: Nakes di Pegunungan Bintang Diserang KKB, Polri: Tumpas Hidup atau Mati!

Para anggota KKB OPM ternyata tetap memburu para nakes tersebut. Akhirnya mereka berupaya lari ke rumah warga. Rumah warga yang didatangi para nakes untuk berlindung, langsung dibakar oleh KKB OPM.

"Saya bersama ketiga suster lari ke kamar mandi untuk berlindung. Salah seorang warga yang saya ketahui bernama Emanuel Abi dipanah oleh anggota KKB OPM saat mencoba menolong kami," ujar nakes tersebut.

Serangan yang semakin brutal, membuat keempat nakes ini memilih untuk keluar dari persembunyian untuk lari menyelamatkan diri. Mereka sempat melihat rumah-rumah warga dibakar secara brutal.

Baca juga: Siswa Bintara Polri Asal Raja Ampat Meninggal di SPN Polda Riau, Keluarga Duga Ada Kejanggalan

"Melihat kami berlarian, mereka terus mengepung. Kami akhirnya kembali lari ke arah jurang, karena tidak ada jalan lagi keluar dari kepungan. Saya tanya ketiga suster tersebut, dan mereka bersedia melompat ke jurang," tuturnya.

Saat mendarat, keempat nakes ini terpisah. Nakes pria tersebut tersangkut di akar dan semak-semak di kedalaman sekitar 150 meter. Sementara ketiga suster tersangkut di pohon dan akar di kedalaman sekitar 30-50 meter.

Anggota KKB OPM ternyata tetap dengan beringas memburu para nakes yang sudah berada di dalam jurang. Ketiga suster berhasil ditangkap. Anggota KKB OPM tersebut langsung mengumpulkan ketiga suster tersebut.

Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh, Jasad Mau Dibuang Tapi Pelaku Gagal Hidupkan Alphard

"Dalam kondisi ketakutan, para suster dilucuti pakaiannya dengan parang. Para pelaku dengan seenaknya membuka pakaian para suster menggunakan parang. Pakaian dalam para suster dirobek menggunakan parang, dan para suster disiksa dengan pukulan dan tikaman," ujarnya sambil terisak.

"Bahkan, maaf...dalam kondisi tanpa pakaian, salah satu suster ditikam kemaluannya. Ada yang ditikam pahanya dan dipukuli kepalanya. Mereka dengan keji menyiksa para suster yang sudah tak berdaya," imbuhnya, sambil menahan tangis.

Akibat kesakitan disiksa dan ditikam dalam kondisi tanpa pakaian, para suster tersebut pingsan. Melihat para suster sudah dalam kondisi tak berdaya, anggota KKB OPM melempar para suster tersebut ke dalam jurang.

"Suster Ela (Gabriela Meilani) akhirnya meninggal dunia setelah terjatuh ke dasar jurang yang dalamnya sekitar 500 meter. Sementara suster Kristin masih selamat dalam kondisi luka-luka. Sedangkan suster Anti saya belum tahu kondisinya," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved