Direktur Perusahaan Anggu Tak Pernah Interaksi dengan NA Soal Proyek
Kamis, 16 September 2021 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Pada sidang tersebut, selain kedua saksi, juga dihadirkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bulukumba, Rudy Rahmat, mantan Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali, dan Mantan Calon Wakil Bupati Bulukumba Andi Makkasau.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bulukumba, Rudy Rahmat mengaku, selama NA menjabat sebagai Bupati di Bantaeng tidak pernah mendengar langsung atau informasi bahwa NA meminta uang kepada kontraktor. "Setahu saya tidak pernah sama sekali," singkatnya.
Sedangkan, Mantan Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali menjelaskan, selama dirinya menjadi Bupati Bulukumba belum pernah mendengar atau mendapat permintaan dari NA agar memenangkan salah satu perusahaan di pekerjaan infrastruktur di Bulukumba.
Baca Juga: Pemberhentian Sementara Nurdin Abdullah Disebut Sudah Sesuai Aturan
"Pak AS pernah menyampaikan ke saya akan membantu (Pasangan Tomy- (Andi Makkasau) Kr Lompo di Pilkada Bulukumba 2020), selanjutnya saya tidak tahu karena saya tidak mau tahu soal itu," jelasnya.
"Pak NA kalau di saya, tidak pernah mengirimkan orang untuk memenangkan tender, walaupun ada anggaran Rp60 miliar (Bantuan keuangan daerah)," tambahnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bulukumba, Rudy Rahmat mengaku, selama NA menjabat sebagai Bupati di Bantaeng tidak pernah mendengar langsung atau informasi bahwa NA meminta uang kepada kontraktor. "Setahu saya tidak pernah sama sekali," singkatnya.
Sedangkan, Mantan Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali menjelaskan, selama dirinya menjadi Bupati Bulukumba belum pernah mendengar atau mendapat permintaan dari NA agar memenangkan salah satu perusahaan di pekerjaan infrastruktur di Bulukumba.
Baca Juga: Pemberhentian Sementara Nurdin Abdullah Disebut Sudah Sesuai Aturan
"Pak AS pernah menyampaikan ke saya akan membantu (Pasangan Tomy- (Andi Makkasau) Kr Lompo di Pilkada Bulukumba 2020), selanjutnya saya tidak tahu karena saya tidak mau tahu soal itu," jelasnya.
"Pak NA kalau di saya, tidak pernah mengirimkan orang untuk memenangkan tender, walaupun ada anggaran Rp60 miliar (Bantuan keuangan daerah)," tambahnya.
(agn)
Lihat Juga :