Percepat Vaksinasi COVID-19, Gerakan Indonesia Pasti Bisa Gelar Webinar Edukasi Masyarakat
Rabu, 01 September 2021 - 22:35 WIB
loading...
Moderator Anastasia Praditha, Global Human Response Gerakan Indonesia Pasti Bisa Wanda Ponika, dan Relawan Covid-19 dr. Tirta dalam webinar Indonesia Pasti Bisa Vaksin Covid-19: Jenis, Perbedaan, pan Panduan KIPI Foto ist
A
A
A
BOGOR - Guna mendorong masyarakat agar mau disuntik vaksin , Gerakan Indonesia Pasti Bisa kembali mengadakan webinar, Rabu (1/9/2021) pukul 19.00-20.30 WIB. Melalui webinar bertajuk 'Vaksin COVID-19: Jenis, Perbedaan, dan Panduan KIPI' ini masyarakat diedukasi terkait vaksin COVID-19 dan penanganan KIPI.
Hadir sebagai narasumber pada webinar ini, yaitu dr. Tirta Mandira Hudhi, selaku relawan COVID-19 dan Wanda Ponika, Direktur Global Human Response Gerakan Indonesia Pasti Bisa. Baca juga: Varian C.1.2 Disebut Lebih Menular dan Resisten Terhadap Vaksin
Dokter Tirta mengatakan, saat ini banyak berita palsu atau hoaks yang beredar di kalangan masyarakat terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), baik melalui media sosial maupun grup obrolan dalam suatu aplikasi. Hal ini menimbulkan ketakutan yang berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 .
Menurut dr Tirta, KIPI vaksin COVID-19 merupakan reaksi hyper metabolism tubuh, di mana tubuh membutuhkan energi yang cukup banyak. "Reaksi setelah vaksin COVID-19 pasti pegal-pegal, cepat lemas, mudah lapar, dan mengantuk karena energi tubuh difokuskan untuk membentuk antibodi,” tutur dr. Tirta.
Untuk diketahui, Indonesia masih terkategori sebagai negara dengan tingkat vaksinasi COVID-19 yang masih rendah yakni sebesar 13,1 persen dari total jumlah penduduk. Kondisi ini membuktikan bahwa vaksin masih menjadi prioritas kebutuhan bagi masyarakat dalam memutus mata rantai virus COVID-19.
Hadir sebagai narasumber pada webinar ini, yaitu dr. Tirta Mandira Hudhi, selaku relawan COVID-19 dan Wanda Ponika, Direktur Global Human Response Gerakan Indonesia Pasti Bisa. Baca juga: Varian C.1.2 Disebut Lebih Menular dan Resisten Terhadap Vaksin
Dokter Tirta mengatakan, saat ini banyak berita palsu atau hoaks yang beredar di kalangan masyarakat terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), baik melalui media sosial maupun grup obrolan dalam suatu aplikasi. Hal ini menimbulkan ketakutan yang berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 .
Menurut dr Tirta, KIPI vaksin COVID-19 merupakan reaksi hyper metabolism tubuh, di mana tubuh membutuhkan energi yang cukup banyak. "Reaksi setelah vaksin COVID-19 pasti pegal-pegal, cepat lemas, mudah lapar, dan mengantuk karena energi tubuh difokuskan untuk membentuk antibodi,” tutur dr. Tirta.
Untuk diketahui, Indonesia masih terkategori sebagai negara dengan tingkat vaksinasi COVID-19 yang masih rendah yakni sebesar 13,1 persen dari total jumlah penduduk. Kondisi ini membuktikan bahwa vaksin masih menjadi prioritas kebutuhan bagi masyarakat dalam memutus mata rantai virus COVID-19.
Lihat Juga :