Sebanyak 9.500 Balita Alami Stunting, Bagaimana Langkah Pemkot Bandung?
Selasa, 31 Agustus 2021 - 18:06 WIB
loading...
Sebanyak 9.500 balita di Bandung masuk kategori stunting.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus berupaya menurunkan angka stunting yang saat ini mencapai 9.500 anak. Berbagai upaya terus dilakukan mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pembentukan Satgas ODF (Open Defecation Free).
Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nila Avianti mengatakan, ada tiga poin utama yang mempengaruhi terjadinya stunting yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang kurang sehat.
baca juga: Pamit Berkebun di Kaki Gunung Rakutak, Warga Bandung Empat Hari Hilang Belum Ditemukan
Maka untuk mencegah terjadinya stunting baru diperlukan pencegahan mulai dari hulu. Yaitu pemberian tablet penambah darah minimal satu bulan sekali bagi remaja putri dan ibu hamil. Kemudian yang paling penting yakni pemberian makanan sehat dan bergizi di .1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), yaitu mulai dari usia kandungan 0 (nol) bulan hingga anak usia 2 tahun.
Karena stunting merupakan kekurangan gizi kronis atau kurangnya asupan protein dan sumber energi pada anak dalam waktu yang cukup lama. Sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh.
Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nila Avianti mengatakan, ada tiga poin utama yang mempengaruhi terjadinya stunting yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang kurang sehat.
baca juga: Pamit Berkebun di Kaki Gunung Rakutak, Warga Bandung Empat Hari Hilang Belum Ditemukan
Maka untuk mencegah terjadinya stunting baru diperlukan pencegahan mulai dari hulu. Yaitu pemberian tablet penambah darah minimal satu bulan sekali bagi remaja putri dan ibu hamil. Kemudian yang paling penting yakni pemberian makanan sehat dan bergizi di .1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), yaitu mulai dari usia kandungan 0 (nol) bulan hingga anak usia 2 tahun.
Karena stunting merupakan kekurangan gizi kronis atau kurangnya asupan protein dan sumber energi pada anak dalam waktu yang cukup lama. Sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh.
Lihat Juga :