DPR Pertanyakan Dana 150 Miliar yang Digunakan PB PON dan KONI Papua
Rabu, 25 Agustus 2021 - 08:20 WIB
loading...
Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw. iNews TV/Omega
A
A
A
JAYAPURA - Dewan Perwakilan Rakyat Papua mempertanyakan Dana 1 triliun lebih yang sudah digunakan sebelum adanya pengesahan APBD dari total dana silpa 3,1 triliun. Saat ini dana yang tersisa 1,9 triliun masih menunggu penjelasan terperinci.
Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw mengatakan dari penjelasan TAPD belum lama ini, ternyata dana ini sudah ada yang bertuan, artinya sudah mendahului APBD penggunaannya.
"Ini yang menjadi pertanyaan kami, sebab sesuai aturan penggunaan dana Silpa mendahuli penetapan APBD-P harus ada persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif," ungkap Johny.
Pihakya pun sedang menunggu apa saja yang sudah digunakan. Tapi penjelasan awal, dana tersebut ada yang pakai di PB PON sebesar 100 miliar, sedangkan KONI 50 miliar serta bidang kesehatan dan lainnya.
"Kegiatan PON itu rencana yang sudah panjang dan ada dananya, tapi mengapa KONI minta tambah uang sementara PON sudah di depan mata, yang seharusnya tidak ada penambahan anggaran. Apalagi di era Pandemi tidak ada pertandingan, tapi kok bisa kekurangan uang," sebutnya.
"Jadi kami minta dana KONI ini harus jelas diperincikan untuk apa dan sisa berapa. Kalau kekurangan pun harus dijelaskan dimana yang kurang dan apa yang harus dibiayai," tambahnya.
Untuk bidang kesehatan, memang ada permintaan membayar Nakes dan menurut penjelasan dana tersebut ada di RSUD Jayapura Rp10 miliar, RSUD Abepura Rp5 miliar dan RS Jiwa Rp2 miliar. "Kami harap anggaran yang sudah ada itu bisa dipakai untuk membayar Nakes yamg sudah bekerja tapi belum di bayar," katanya.
Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw mengatakan dari penjelasan TAPD belum lama ini, ternyata dana ini sudah ada yang bertuan, artinya sudah mendahului APBD penggunaannya.
"Ini yang menjadi pertanyaan kami, sebab sesuai aturan penggunaan dana Silpa mendahuli penetapan APBD-P harus ada persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif," ungkap Johny.
Pihakya pun sedang menunggu apa saja yang sudah digunakan. Tapi penjelasan awal, dana tersebut ada yang pakai di PB PON sebesar 100 miliar, sedangkan KONI 50 miliar serta bidang kesehatan dan lainnya.
"Kegiatan PON itu rencana yang sudah panjang dan ada dananya, tapi mengapa KONI minta tambah uang sementara PON sudah di depan mata, yang seharusnya tidak ada penambahan anggaran. Apalagi di era Pandemi tidak ada pertandingan, tapi kok bisa kekurangan uang," sebutnya.
"Jadi kami minta dana KONI ini harus jelas diperincikan untuk apa dan sisa berapa. Kalau kekurangan pun harus dijelaskan dimana yang kurang dan apa yang harus dibiayai," tambahnya.
Untuk bidang kesehatan, memang ada permintaan membayar Nakes dan menurut penjelasan dana tersebut ada di RSUD Jayapura Rp10 miliar, RSUD Abepura Rp5 miliar dan RS Jiwa Rp2 miliar. "Kami harap anggaran yang sudah ada itu bisa dipakai untuk membayar Nakes yamg sudah bekerja tapi belum di bayar," katanya.
Lihat Juga :