Mega Proyek Bendungan Tiga Dihaji Terganjal Pembebasan Lahan
Rabu, 25 Agustus 2021 - 05:27 WIB
loading...
Hingga kini pembebasan lahan pada mega proyek Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, belum rampung. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Hingga kini pembebasan lahan pada mega proyek Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, belum rampung. Akibatnya, pengerjaan pun berjalan lamban dari target progres fisik yang sebelumnya ditargetkan 25,62 persen hingga pertengahan Agustus 2021, saat ini tingkat pengerjaan tertinggal diangka 23,06 persen.
Kasatker Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Lukman Hakim mengatakan, jumlah lahan yang masih belum dibebaskan sekitar 175,62 hektar. Lahan ini merupakan lokasi yang rencananya akan digunakan sebagai jalan akses untuk mengangkut material. Baca juga: Terpanjang di ASEAN, Bendungan Semantok Ditarget Rampung 2022
"Untuk akses menuju lokasi itu harus melalui jembatan dan itu lahannya belum bebas. Jadi untuk menyeberangkan material dan alat berat harus menggunakan jembatan sementara yang dibuat oleh kontraktor, itupun bebannya terbatas karena jembatannya kecil," ujar Lukman, Selasa (24/8/2021).
Dijelaskan Lukman, saat ini proses pembebasan lahan terus berlangsung. Pihaknya pun terus berupaya untuk menyelesaikan masalah lahan yang belum rampung untuk mengejar ketertinggalan progres pengerjaan. Pihaknya juga memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan.
"Fisik dan lahan itu simultan menyesuaikan dengan anggaran. Anggarannya tidak terbatas, Pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) akan melakukan pembayaran. Sekarang sedang dalam tahap proses di Badan Pertanahan Negara (BPN)," jelasnya. Baca juga: Bendungan Terancam Jebol karena Banjir di China, 20.000 Tentara Dikerahkan
Kasatker Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Lukman Hakim mengatakan, jumlah lahan yang masih belum dibebaskan sekitar 175,62 hektar. Lahan ini merupakan lokasi yang rencananya akan digunakan sebagai jalan akses untuk mengangkut material. Baca juga: Terpanjang di ASEAN, Bendungan Semantok Ditarget Rampung 2022
"Untuk akses menuju lokasi itu harus melalui jembatan dan itu lahannya belum bebas. Jadi untuk menyeberangkan material dan alat berat harus menggunakan jembatan sementara yang dibuat oleh kontraktor, itupun bebannya terbatas karena jembatannya kecil," ujar Lukman, Selasa (24/8/2021).
Dijelaskan Lukman, saat ini proses pembebasan lahan terus berlangsung. Pihaknya pun terus berupaya untuk menyelesaikan masalah lahan yang belum rampung untuk mengejar ketertinggalan progres pengerjaan. Pihaknya juga memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan.
"Fisik dan lahan itu simultan menyesuaikan dengan anggaran. Anggarannya tidak terbatas, Pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) akan melakukan pembayaran. Sekarang sedang dalam tahap proses di Badan Pertanahan Negara (BPN)," jelasnya. Baca juga: Bendungan Terancam Jebol karena Banjir di China, 20.000 Tentara Dikerahkan
Lihat Juga :