23 Mahasiswa Asal Sultra Gagal ke Jakarta karena Kedapatan Bawa Surat PCR Palsu
Senin, 23 Agustus 2021 - 17:16 WIB
loading...
Sejumlah mahasiswa yang terpaksa batal terbang ke Jakarta karena kedapatan menggunakan surat PCR palsu. Foto: InewsTV/Febriyono Tamenk
A
A
A
KENDARI - Puluhan Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun terpaksa gagal terbang karena kedapatan menggunakan surat PCR palsu , saat akan berangkat ke Jakarta dari Bandara Haluoleo , Kendari , Sulawesi Tenggara ( Sultra ).
Rencananya, 23 mahasiswa ini akan berangkat dari Kendari dengan tujuan Jakarta menggunakan pesawat lion air, namun setelah diperiksa dengan sistim peduli lindungi, data yang digunakan dalam surat PCR tidak terdata pada sistem kantor kesehatan pelabuhan.
![23 Mahasiswa Asal Sultra Gagal ke Jakarta karena Kedapatan Bawa Surat PCR Palsu]()
Baca juga: Positif COVID-19, Pekerja Bandara Juanda Dievakuasi Menggunakan Motor ke Tempat Isolasi
“Setelah kami melakukan konfirmasi kepada RS Bahteramas sebagai tempat pengambilan surat PCR, ternyata surat tersebut tak pernah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit,” kata Koordinator Kerja Bandara Haluoleo, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kendari, Umi Mazida.
Setelah kedapatan menggunakan surat PCR palsu, sebagai salah satu syarat untuk melakukan penerbangan Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Bandara Haluoleo terpaksa tidak memberangkatkan ke 23 mahasiswa tersebut.
Rencananya, 23 mahasiswa ini akan berangkat dari Kendari dengan tujuan Jakarta menggunakan pesawat lion air, namun setelah diperiksa dengan sistim peduli lindungi, data yang digunakan dalam surat PCR tidak terdata pada sistem kantor kesehatan pelabuhan.

Baca juga: Positif COVID-19, Pekerja Bandara Juanda Dievakuasi Menggunakan Motor ke Tempat Isolasi
“Setelah kami melakukan konfirmasi kepada RS Bahteramas sebagai tempat pengambilan surat PCR, ternyata surat tersebut tak pernah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit,” kata Koordinator Kerja Bandara Haluoleo, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kendari, Umi Mazida.
Setelah kedapatan menggunakan surat PCR palsu, sebagai salah satu syarat untuk melakukan penerbangan Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Bandara Haluoleo terpaksa tidak memberangkatkan ke 23 mahasiswa tersebut.
Lihat Juga :