Jadi Tempat Pasangan Telanjang Berhubungan Seks, Warga Bongkar Pondok di Pantai Pelangi Aceh
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 00:57 WIB
loading...
Diduga kerap dijadikan lapak maksiat, ratusan warga membongkar paksa lapak dagang di pinggir Pantai Pelangi. Foto/iNews TV/Jamal Pangwa
A
A
A
PIDIE - Puluhan warga Kuala Pidie, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, dengan penuh amarah membongkar pondok-pondok yang ada di lokasi wisata Pantai Pelanggi, karena diduga kerap dijadikan tempat maksiat.
Baca juga: Video 2 Pelajar SMA Telanjang Mesum di Kamar Gemparkan Sibolga, Ini Kata Kasek
Selain warga, pembongkaran paksa pondok-pondok liar yang sebenarnya digunakan untuk berjualan tersebut, juga nampak anggota Satpol PP Kabupaten Pidie, yang turut serta merobohkan pondok-pondok semi permanen tersebut.
Kemarahan masyarakat tak bisa dibendung lagi, mereka sudah berulang kali mengingatkan agar tidak melakukan perbuatan maksiat di pondok-pondok yang ada di tepi pantai tersebut. Tetapi peringatan itu tidak pernah diindahkan.
Baca juga: Pacar Cantiknya Dihamili Pria Lain, Pemuda Demak Bunuh Kekasihnya Saat Kelelahan Berhubungan Seks
Geuchik Gampon Kuala Pidie, Teuku Shadliar mengatakan, pembongkaran paksa pondo-pondok dari bambu tersebut, terpaksa dilakukan karena sering dijadikan tempat maksiat. "Kami sudah mengingatkan berulang kali, tetapi tidak diindahkan, akhirnya diambil tindakan ini," tegasnya.
Baca juga: Video 2 Pelajar SMA Telanjang Mesum di Kamar Gemparkan Sibolga, Ini Kata Kasek
Selain warga, pembongkaran paksa pondok-pondok liar yang sebenarnya digunakan untuk berjualan tersebut, juga nampak anggota Satpol PP Kabupaten Pidie, yang turut serta merobohkan pondok-pondok semi permanen tersebut.
Kemarahan masyarakat tak bisa dibendung lagi, mereka sudah berulang kali mengingatkan agar tidak melakukan perbuatan maksiat di pondok-pondok yang ada di tepi pantai tersebut. Tetapi peringatan itu tidak pernah diindahkan.
Baca juga: Pacar Cantiknya Dihamili Pria Lain, Pemuda Demak Bunuh Kekasihnya Saat Kelelahan Berhubungan Seks
Geuchik Gampon Kuala Pidie, Teuku Shadliar mengatakan, pembongkaran paksa pondo-pondok dari bambu tersebut, terpaksa dilakukan karena sering dijadikan tempat maksiat. "Kami sudah mengingatkan berulang kali, tetapi tidak diindahkan, akhirnya diambil tindakan ini," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :