Ini Antisipasi Warga Kota Semarang di Tengah Kekhawatiran Pandemi Corona
Selasa, 21 April 2020 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau ada tamu terutama yang bukan warga dari sini, saya tak bolehkan masuk rumah. Cukup bicara dari balik pagar. Bahkan, ada saudara dari luar kota yang datang ke rumah pun terpaksa hanya berkomunikasi lewat telepon,” ungkap Anggorowati, Selasa (21/4/2020).
Tak hanya itu, dia yang mengaku selama ada himbuan pemerintah untuk tidak keluar rumah, lebih banyak beli makanan lewat online. “Tapi kalau pesanan sudah datang, saya suruh menaruhnya di atas pagar. Sedangkan uangnya saya bungkus plastik dan taruh di atas pagar,” ungkapnya.
Menurutnya, semua yang dilakukannya itu sebagai langkah mencegah penularan virus corona. “Bagaimanapun rasa takut itu pasti ada. Makanya saya lebih ketat menerapkan segalanya, mulai menyediakan hand sanitizer ataupun sabun cair di depan rumah,” imbuhnya.
Lain halnya yang dilakukan Saptono, warga setempat. Rumahnya yang juga difungsikan sebagai toko kelontong atau warung terpaksa ia tutup namun tidak total. “Warungnya buka, tapi pagar rumah saya tutup. Jadi kalau ada yang beli cukup dari luar pagar. Uang saya minta dimasukkan plastik, begitu juga barang yang dibelinya,” ungkap Saptono.
“Terus terang semenjak merebaknya virus corona, saya jadi takut. Daripada menular, sebagai antisipasi ya transaksi di warung cukup dari luar pagar,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dia yang mengaku selama ada himbuan pemerintah untuk tidak keluar rumah, lebih banyak beli makanan lewat online. “Tapi kalau pesanan sudah datang, saya suruh menaruhnya di atas pagar. Sedangkan uangnya saya bungkus plastik dan taruh di atas pagar,” ungkapnya.
Menurutnya, semua yang dilakukannya itu sebagai langkah mencegah penularan virus corona. “Bagaimanapun rasa takut itu pasti ada. Makanya saya lebih ketat menerapkan segalanya, mulai menyediakan hand sanitizer ataupun sabun cair di depan rumah,” imbuhnya.
Lain halnya yang dilakukan Saptono, warga setempat. Rumahnya yang juga difungsikan sebagai toko kelontong atau warung terpaksa ia tutup namun tidak total. “Warungnya buka, tapi pagar rumah saya tutup. Jadi kalau ada yang beli cukup dari luar pagar. Uang saya minta dimasukkan plastik, begitu juga barang yang dibelinya,” ungkap Saptono.
“Terus terang semenjak merebaknya virus corona, saya jadi takut. Daripada menular, sebagai antisipasi ya transaksi di warung cukup dari luar pagar,” ungkapnya.
Lihat Juga :