Kisah Habib H Mutahar dan Lagu Mars Hari Merdeka
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu H Mutahar yang aktif digerakan kepanduan lalu diangkat menjadi ajudan Bung Karno. Nah oleh Bung Karno, H Mutahar pernah diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946.
Sehingga lahirlah lagu 17 Agustus atau Hari Merdeka yang dirilis pada tahun 1946.
Sebagai ajudan H Mutahar pernah diberi tugas oleh Presiden Soekarno untuk menyelamatkan bendera pusaka saat Agresi Militer ke 2 Belanda. Dimana saat itu Kota Yogyakarta, yang menjadi ibu kota negara diserang oleh tentara Belanda baik lewat Udara maupun Darat. Sehingga Presiden Soekarno dan Wakilnya Bung Hatta ditawan Belanda sementara perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Dalam buku "Bung Karno: Penjambung Lidah Rakjat" karya Cindy Adams disebutkan perintah Bung Karno terhadap H Mutahar berikut kutipannya;
“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku. Dengan ini, aku memberikan tugas kepadamu pribadi. Dalam keadaan apa pun, aku memerintahkan kepadamu untuk menjaga bendera ini dengan nyawamu," demikian Soekarno kepada Husein Mutahar
Selain itu menurut buku Berkibarlah Benderaku: Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka yang ditulis oleh Bondan Winarno. Perintah Bung Karno langsung dijalankan H Mutahar. "Bendera ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh," kata Soekarno.
H Mutahar lalu membawa bendera pusaka tersebut dengan bendera tersebut dibagi menjadi dua oleh H Mutahar untuk mengelabui pemeriksaan dari tentara Belanda. '
Baca juga: Darah Tertumpah di Bandung Utara, Kisah Kegelisahan Trio Sersan saat Diminta Melucuti Senjata
Sehingga lahirlah lagu 17 Agustus atau Hari Merdeka yang dirilis pada tahun 1946.
Sebagai ajudan H Mutahar pernah diberi tugas oleh Presiden Soekarno untuk menyelamatkan bendera pusaka saat Agresi Militer ke 2 Belanda. Dimana saat itu Kota Yogyakarta, yang menjadi ibu kota negara diserang oleh tentara Belanda baik lewat Udara maupun Darat. Sehingga Presiden Soekarno dan Wakilnya Bung Hatta ditawan Belanda sementara perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Dalam buku "Bung Karno: Penjambung Lidah Rakjat" karya Cindy Adams disebutkan perintah Bung Karno terhadap H Mutahar berikut kutipannya;
“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku. Dengan ini, aku memberikan tugas kepadamu pribadi. Dalam keadaan apa pun, aku memerintahkan kepadamu untuk menjaga bendera ini dengan nyawamu," demikian Soekarno kepada Husein Mutahar
Selain itu menurut buku Berkibarlah Benderaku: Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka yang ditulis oleh Bondan Winarno. Perintah Bung Karno langsung dijalankan H Mutahar. "Bendera ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh," kata Soekarno.
H Mutahar lalu membawa bendera pusaka tersebut dengan bendera tersebut dibagi menjadi dua oleh H Mutahar untuk mengelabui pemeriksaan dari tentara Belanda. '
Baca juga: Darah Tertumpah di Bandung Utara, Kisah Kegelisahan Trio Sersan saat Diminta Melucuti Senjata
Lihat Juga :