Perjalanan Panjang Gadis Cantik Asal Kota Lama Jadi Paskibraka di Istana Negara
Selasa, 17 Agustus 2021 - 21:13 WIB
loading...
Dwita Okta Amelia Herdian saat menjalankan tugas negara sebagai pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Negara Jakarta, Selasa (17/8/2021). Foto: Istimewa
A
A
A
PEKANBARU - Pasangan Heri (51) dan Nurdiana Ritonga (44) terharu dan bangga saat putrinya, Dwita Okta Amelia Herdian terpilih menjadi satu dari sekian banyak siswa-siswi yang bertekad menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada HUT ke-76 RI. Yah, anaknya kini bisa bersuka cita karena telah meraih apa yang dicita citakan.
Namun, perjalanan Dwita untuk menjadi Paskibra ini tentu tidak lah mudah. Deswita merupakan gadis desa warga Desa Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Gadis desa ini merupakan karyawan kebun sawit PTPN V Riau.
![Perjalanan Panjang Gadis Cantik Asal Kota Lama Jadi Paskibraka di Istana Negara]()
Baca juga: Bikin Bangga! Anak Penjual Kerupuk dari Pasuruan Jadi Paskibraka di Istana Negara
Perjalanan panjang Dwita hingga ke Jakartadiawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu persatu tahapan di jalani dengan tekun dan doa. Hingga akhirnya, nama siswi kelas Xl MIPA 1 Kunto Darussalam itu muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten.
Dia pun melanjutkan perjuangannya, di tingkat kabupaten saingan makin ketat dan jumlah siswa yang bersaing merebut tiket untuk sampai tingkat provinsi. Terdapat ratusan siswa yang mengikuti seleksi itu. Dengan perjuangan, bakat dan tekad, dia pun berhasil menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten. Dia pun siap bersaing di tingkat provinsi. Dengan didampingi orangtua dan keluarga, Dwita berangkat dari desanya yang cukup jauh dari Ibukota Provinsi Riau itu.
Namun, perjalanan Dwita untuk menjadi Paskibra ini tentu tidak lah mudah. Deswita merupakan gadis desa warga Desa Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Gadis desa ini merupakan karyawan kebun sawit PTPN V Riau.

Baca juga: Bikin Bangga! Anak Penjual Kerupuk dari Pasuruan Jadi Paskibraka di Istana Negara
Perjalanan panjang Dwita hingga ke Jakartadiawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu persatu tahapan di jalani dengan tekun dan doa. Hingga akhirnya, nama siswi kelas Xl MIPA 1 Kunto Darussalam itu muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten.
Dia pun melanjutkan perjuangannya, di tingkat kabupaten saingan makin ketat dan jumlah siswa yang bersaing merebut tiket untuk sampai tingkat provinsi. Terdapat ratusan siswa yang mengikuti seleksi itu. Dengan perjuangan, bakat dan tekad, dia pun berhasil menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten. Dia pun siap bersaing di tingkat provinsi. Dengan didampingi orangtua dan keluarga, Dwita berangkat dari desanya yang cukup jauh dari Ibukota Provinsi Riau itu.
Lihat Juga :