Warga Baduy Bangga Presiden Jokowi Pake Baju Adat Baduy
Senin, 16 Agustus 2021 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, jika Presiden Jokowi ingin datang ke Baduy mereka dengan senang hati mempersilahkan. "Ngga usah (ngundang) ke sini (Baduy). Era (malu) ngundang RI satu ke sini. Tapi kalau Beliau mau ke sini silahkan saja, kalau ngundang mah malu,” ujarnya.
Baca juga: HUT Ke-76 Kemerdekaan, Pemprov Jawa Timur Kirim Bingkisan Bagi Keluarga Pahlawan
Ditanya apakah ada usulan dari masyarakat Baduy untuk Presiden Jokowi, Saija mengaku, pihaknya tidak pernah mengusulkan apapun ke pemerintah pusat. "Kami ngga sejauh itu, ngga mengusulkan apa-apa. Yang jelas kami bergembira (beliau memakai pakaian adata kami)," jelas Saija.
Sementara, pemerhati Suku Baduy, Uday Suhada menilai, pemakaian pakaian adat Suku Baduy oleh Kepala Negara di ajang Sidang Paripurna MPR RI menjadi sebuah kehormatan bagi masyaraat Adat Suku Baduy.
"Tentu saja masyarakat Adat Baduy merasa terhormat karena pakaian adat mereka dikenakan oleh Kepala Negara di ajang Sidang Paripurna MPR RI. Saya sebagai pemerhati Baduy berterima kasih atas apresiasi Pak Jokowi terhadap saudara-saudara kita di Baduy," ujar Uday.
Meski begitu, Uday menyayangkan Presiden Jokowi hingga saat ini belum pernah berkunjung langsung ke Baduy."Mudah-mudahan Beliau bisa sisihkan waktu untuk menyapa langsung masyarakat Baduy. Sebab banyak kearifan lokal yang patut kita teladani. Kita harus belajar soal kemandirian pangan, soal menjaga bahkan hidup menyatu dengan alam, soal keteraturan sosial, soal penegakan hukum dan lainnya," kata Uday.
"Setidaknya ada kebanggaan bagi mereka, bahwa eksistensi masyarakat Baduy diakui, terlebih alasan Presiden mengenakan pakaian adat Baduy karena menghormati adat istiadat yang berlaku disana," sambung Uday.
Baca juga: HUT Ke-76 Kemerdekaan, Pemprov Jawa Timur Kirim Bingkisan Bagi Keluarga Pahlawan
Ditanya apakah ada usulan dari masyarakat Baduy untuk Presiden Jokowi, Saija mengaku, pihaknya tidak pernah mengusulkan apapun ke pemerintah pusat. "Kami ngga sejauh itu, ngga mengusulkan apa-apa. Yang jelas kami bergembira (beliau memakai pakaian adata kami)," jelas Saija.
Sementara, pemerhati Suku Baduy, Uday Suhada menilai, pemakaian pakaian adat Suku Baduy oleh Kepala Negara di ajang Sidang Paripurna MPR RI menjadi sebuah kehormatan bagi masyaraat Adat Suku Baduy.
"Tentu saja masyarakat Adat Baduy merasa terhormat karena pakaian adat mereka dikenakan oleh Kepala Negara di ajang Sidang Paripurna MPR RI. Saya sebagai pemerhati Baduy berterima kasih atas apresiasi Pak Jokowi terhadap saudara-saudara kita di Baduy," ujar Uday.
Meski begitu, Uday menyayangkan Presiden Jokowi hingga saat ini belum pernah berkunjung langsung ke Baduy."Mudah-mudahan Beliau bisa sisihkan waktu untuk menyapa langsung masyarakat Baduy. Sebab banyak kearifan lokal yang patut kita teladani. Kita harus belajar soal kemandirian pangan, soal menjaga bahkan hidup menyatu dengan alam, soal keteraturan sosial, soal penegakan hukum dan lainnya," kata Uday.
"Setidaknya ada kebanggaan bagi mereka, bahwa eksistensi masyarakat Baduy diakui, terlebih alasan Presiden mengenakan pakaian adat Baduy karena menghormati adat istiadat yang berlaku disana," sambung Uday.
Lihat Juga :