KH Muhyidin, Ulama Subang dan Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Sayangnya, justru terdapat sejumlah murid KH Muhyidin di Hizbullah yang masuk dalam gerombolan pimpinan Kartosuwiryo itu. Kondisi ini merugikan KH Muhyidin karena dia dianggap masuk ke gerombolan DI/TII dan pasukan TNI pun mencurigainya menjadi salah satu pemberontak.

Melihat kecurigaan dan khawatir ditanggap TNI, KH Muhyidin dan pengikutnya kemudian lari dan mengungsi ke Kabupaten Sumedang pada tahun 1950, tepatnya di daerah yang sekarang berdiri Mesjid Agung Kota Sumedang. Di daerah ini, kedatangan KH. Muhyidin disambut masyarakat, yang mendorongnya kembali mendirikan sebuah pesantren Pagelaran II.

Belakangan, setelah situasi politik mulai mereda, seiring ditumpasnya gerombolan oleh pemerintahan Presiden Soekarno, sejumlah santri yang menjadi muridnya, KH Muhyidin dan masyarakat Cisalak, memintanya untuk kembali ke Subang dan mendirikan pesantren baru.

Akhirnya pada 1962, KH Muhyidin pulang ke Subang, tepatnya ke daerah Gardusayang Kecamatan Cisalak, dan kembali mendirikan pesantren baru, yikni Pesantren Pagelaran III. Di pesantrennya yang ketiga inilah, KH. Muhyidin menetap cukup lama hingga meninggal dunia pada tahun 1973 diusia 93 tahun dan dimakamkan di kompleks Pesantren Pagelaran I Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang.

Berbagai pihak saat ini telah berupaya mengajukan nama KH Muhyidin sebagai salah satu pahlawan nasional yang diabadikan namanya. Pemkab Subang dan Pemprov Jabar pun beberapa kali melakukan pertemuan untuk memabahas usulan ini.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Paparkan Program...
Usai Paparkan Program Ekonomi di Tengah Pandemi ke Dewan Juri, Bupati Bangka Selatan Masuk Nominasi Indonesia Award 2021
Peringati HUT Ke-76...
Peringati HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, Tokoh Adat Papua Gelar Syukuran
Hakikat Kemerdekaan,...
Hakikat Kemerdekaan, Amir Mahmud: Perkuat Daya Tangkal Masyarakat Hadapi Ancaman Ideologi
Unik, Anggota DPR Ini...
Unik, Anggota DPR Ini Pilih Rayakan HUT RI Bersama Petani di Kaki Gunung Giri Mulya
Rayakan HUT Ke-76 RI,...
Rayakan HUT Ke-76 RI, Perindo Jabar: Kemerdekaan Bukan Akhir Perjuangan
57 Tahun Hilang Kontak,...
57 Tahun Hilang Kontak, 2 Mantan Pengawal Jenderal Soedirman dan Moestopo Ketemu
Menko AHY Paparkan 5...
Menko AHY Paparkan 5 Strategi Utama Agar Indonesia Tangguh dan Siap Hadapi Masa Depan
Berpasangan dengan Mahfud...
Berpasangan dengan Mahfud MD, Ganjar Janji Wujudkan Indonesia Unggul
HUT RI, Lomba 17 Agustusan,...
HUT RI, Lomba 17 Agustusan, dan Upaya Tingkatkan Pemahaman Sejarah
Rekomendasi
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved