Jelang Berakhirnya PPKM Level 4, Ini Kondisi Kasus COVID-19 di Bandung
Minggu, 08 Agustus 2021 - 15:36 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Kota Bandung hampir satu bulan lamanya menerapkan PPKM Darurat hingga level 4. Kendati begitu, hingga awal Agustus 2021 ini, jumlah kasus COVID-19 masih cukup tinggi. Walaupun warga yang melakukan perawatan di rumah sakit (BOR) cenderung turun.
Data per Kamis 5 Agustus 2021, konfirmasi aktif tercatat total 6.416 kasus atau berkurang 435 kasus. Jumlah konfirmasi sembuh 30.749 orang atau bertambah 568 orang. Sedangkan konfirmasi meninggal mencapai 1.300 orang. Namun tren laju jasus konfirmasi, dibandingkan dengan 14 hari sebelumnya menurun dari 387,4 orang per hari menjadi 329,6 orang per hari.
Baca juga: 1,5 Juta Pekerja di Jabar Terdata Bakal Terima BSU Sebesar Rp1 Juta
Pada puncak pandemi Juli lalu, penambahan kasus aktif bisa mencapai 500 orang per hari. "Alhamdulillah tren laju konfirmasi aktif di Kota Bandung terus menurun," ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga mencatat angka BOR yang terus menurun. Saat ini BOR di Kota Bandung juga sudah di angka 53,35 persen. Dengan demikian, BOR di Kota Bandung telah memenuhi standar WHO yaitu 60 persen.
Data per Kamis 5 Agustus 2021, konfirmasi aktif tercatat total 6.416 kasus atau berkurang 435 kasus. Jumlah konfirmasi sembuh 30.749 orang atau bertambah 568 orang. Sedangkan konfirmasi meninggal mencapai 1.300 orang. Namun tren laju jasus konfirmasi, dibandingkan dengan 14 hari sebelumnya menurun dari 387,4 orang per hari menjadi 329,6 orang per hari.
Baca juga: 1,5 Juta Pekerja di Jabar Terdata Bakal Terima BSU Sebesar Rp1 Juta
Pada puncak pandemi Juli lalu, penambahan kasus aktif bisa mencapai 500 orang per hari. "Alhamdulillah tren laju konfirmasi aktif di Kota Bandung terus menurun," ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga mencatat angka BOR yang terus menurun. Saat ini BOR di Kota Bandung juga sudah di angka 53,35 persen. Dengan demikian, BOR di Kota Bandung telah memenuhi standar WHO yaitu 60 persen.
Lihat Juga :