Berjibaku Tangani COVID-19 di Kampung, Mereka Bertaruh Nyawa dan Urunan Beli Swab Antigen
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 23:22 WIB
loading...
A
A
A
"Hingga hari ini kami tetap lakukan pencegahan dengan cara sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan (prokes) terus menerus. Kami datangi satu per satu rumah warga. Itu terus kami lakukan tanpa henti, kami ingatkan satu per satu apabila ada warga yang keluar rumah lupa tidak pakai masker," kata Aminullah.
Dia menjelaskan, selain ke rumah-rumah warga, dirinya masih aktif keliling ke warung kopi (warkop) untuk menegakkan dispilin prokes. Bagi dia, upaya pencegahan harus tetap berjalan selaras dengan penanganan warga yang terpapar. "Pagi, siang, malam kita juga keliling warkop agar tidak terjadi penularan, karena COVID-19 varian baru ini menyebar begitu cepat, jadi pencegahan harus dilakukan," tegasnya.
Ia menambahkan, apabila ada warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19 , maka ia langsung melakukan penjemputan. Bagi warga tanpa gejala, dia langsung mengantarkan pasien ke Rumah Sehat di wilayahnya. "Sebaliknya yang bergejala kami lakukan koordinasi dengan puskesmas setempat dan kelurahan. Kalau gejalanya parah maka ditindaklanjuti ke rumah sakit, tetapi apabila gejala ringan kita bantu membawa Hotel Asrama Haji (HAH)," katanya.
Sejak awal pandemi COVID-19 dia tidak pernah berhenti memikirkan warganya. Bahkan, ketika ada warga yang sakit, dia bergegas untuk mendatangi orang itu hanya untuk memastikan kondisinya. Baca juga: Terjerat Utang, Rangga Ajak Kekasihnya yang Cantik Curi 3 Sepeda Motor
Bahkan, dia bercerita hal yang paling mengesankan selama menangani warganya yang terpapar COVID-19, adalah ketika melihat warga kembali pulang dalam keadaan sembuh. "Jujur, itu yang benar-benar buat saya bahagia. Perjuangan saya menjaga warga saya itu terbayar melihat mereka sembuh," kata dia.
Berbekal seperangkat Alat Pelindung Diri (APD), Aminullah kerap turun langsung untuk memberikan intervensi kepada warganya yag terpapar COVID-19 . Apalagi, dalam kondisi darurat saat warga tiba-tiba mengalami sakit parah dan harus segera mendapatkan penanganan.
Dia menjelaskan, selain ke rumah-rumah warga, dirinya masih aktif keliling ke warung kopi (warkop) untuk menegakkan dispilin prokes. Bagi dia, upaya pencegahan harus tetap berjalan selaras dengan penanganan warga yang terpapar. "Pagi, siang, malam kita juga keliling warkop agar tidak terjadi penularan, karena COVID-19 varian baru ini menyebar begitu cepat, jadi pencegahan harus dilakukan," tegasnya.
Ia menambahkan, apabila ada warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19 , maka ia langsung melakukan penjemputan. Bagi warga tanpa gejala, dia langsung mengantarkan pasien ke Rumah Sehat di wilayahnya. "Sebaliknya yang bergejala kami lakukan koordinasi dengan puskesmas setempat dan kelurahan. Kalau gejalanya parah maka ditindaklanjuti ke rumah sakit, tetapi apabila gejala ringan kita bantu membawa Hotel Asrama Haji (HAH)," katanya.
Sejak awal pandemi COVID-19 dia tidak pernah berhenti memikirkan warganya. Bahkan, ketika ada warga yang sakit, dia bergegas untuk mendatangi orang itu hanya untuk memastikan kondisinya. Baca juga: Terjerat Utang, Rangga Ajak Kekasihnya yang Cantik Curi 3 Sepeda Motor
Bahkan, dia bercerita hal yang paling mengesankan selama menangani warganya yang terpapar COVID-19, adalah ketika melihat warga kembali pulang dalam keadaan sembuh. "Jujur, itu yang benar-benar buat saya bahagia. Perjuangan saya menjaga warga saya itu terbayar melihat mereka sembuh," kata dia.
Berbekal seperangkat Alat Pelindung Diri (APD), Aminullah kerap turun langsung untuk memberikan intervensi kepada warganya yag terpapar COVID-19 . Apalagi, dalam kondisi darurat saat warga tiba-tiba mengalami sakit parah dan harus segera mendapatkan penanganan.
(eyt)
Lihat Juga :