Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kasus Kematian Melonjak, Warga Cimahi Dilatih Pemulasaraan Jenazah COVID-19

loading...
Kasus Kematian Melonjak, Warga Cimahi Dilatih Pemulasaraan Jenazah COVID-19
Petugas memaparkan tatacara pemulasaraan jenazah COVID-19 yang benar, aman, dan sesuai prokes kepada perwakilan warga laki-laki dan perempuan di Kelurahan Cibeureum, Kota Cimahi, Sabtu (31/7/2021). MPI/Adi Haryanto
CIMAHI - Perwakilan warga dari 29 RW baik laki-laki dan perempuan di Kelurahan Cibeureum, Kota Cimahi, mendapatkan pelantihan dan tata cara pemulasaraan jenazah yang terpapar COVID-19.

Lurah Cibeureum, Ahmad Suparlan mengatakan, pelatihan mengenai tata cara pemulasaraan jenazah COVID-19 sangat penting pada kondisi saat ini. Selain karena pandemi COVID-19 yang belum berakhir, banyak warga yang meninggal dunia akibat wabah ini.

"Banyak permintaan dari warga agar ada pelatihan tata cara pemulasaraan jenazah COVID-19. Hari ini, bekerja sama dengan MUI, DMI, Baznas, dan UPZ, rencana ini berhasil terealisasi," ucapnya di sela kegiatan yang diikuti oleh 58 peserta, Sabtu (31/7/2021).

Ahmad menjelaskan, permintaan pelatihan ini sudah diajukan sejak Juni lalu atau pada saat angka kasus kematian COVID-19 sedang tinggi-tingginya. Bahkan untuk di wilayahnya saja dalam sehari pernah ada 23 meninggal akibat COVID-19 dan telah dipastikan berdasarkan hasil tes PCR.



Bahkan jika dihitung dengan yang diluar itu, lanjut Ahmad, angkanya bisa lebih besar lagi. Karena ada kekhawatiran dari masyarakat dan kurangnya pengetahuan, sempat ada jenazah COVID-19 yang dibiarkan di depan kelurahan selama enam jam. Dibawa ke rumah sakit juga sempat didiamkan enam jam karena sedang penuh.

"Berangkat dari hal itu kami ingin memberikan wawasan dan pembelajaran bagaimana pemulasaraan janazah COVID-19 yang benar dan sesuai prokes. Sehingga petugas tetap merasa aman dan tidak khawatir terpapar," tuturnya. Baca: Serangan COVID-19 Membuat DPRD Kota Surabaya Diselimuti Duka Cita.

Poin penting dalam pelatihan ini, kata dia, adalah bagaimana prokes dijalankan. Sebab berbeda dengan pemulasaraan jenazah biasa, pada jenazah COVID-19 prosesi pembersihannya tidak dengan air tapi bertayamum. Mereka diberi materi ilmu oleh petugas rumah sakit yang sudah terbiasa menangani pemakaman jenazah COVID-19.

"Ini bagian dari fardu kifayah kami untuk memberikan ilmu pengetahuan, supaya petugas di masyarakat yang melakukan pemulasaraan jenazah COVID-19 bisa aman dengan tetap memperhatikan prokes," pungkasnya. Baca Juga: 2 Pelaku Penganiyaan Tak Berkutik Hadapi Tim Paniki Rimbas 3 Polresta Manado.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top