Masyarakat Harus Lebih Sabar Jalani PPKM, Jangan Mudah Terprovokasi
Jum'at, 30 Juli 2021 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, Muflich meminta sosialisasi penanganan pandemi COVID-19 harus digalakkan dan dijelaskan dengan sebaik mungkin. Hal itu agar masyarakat sadar dan dapat menerima keputusan itu dengan baik. Masyarakat harus diyakinkan bahwa keputusan pemerintah tersebut adalah upaya untuk menyelamatkan masyarakat agar terhindar dari penyebaran COVID-19.
"Sosialisasi (terkait kebijakan di masa pandemi) ini harus dijelaskan seterang-terangnya kepada seluruh masyarakat. Mengingat cara pandang masyarakat yang berbeda-beda. Ini yang harus terus dilakukan baik itu oleh pemerintah, tokoh masyarakat dan juga tokoh agama,” tuturnya.
Muflich menambahkan, dalam kondisi seperti perbedaan penerimaan di masyarakat masih wajar. Karena itu semua harus sabar dan bisa mengendalikan diri agar upaya mengatasi pandemi COVID-19 berhasil.
Terkait pelanggar kebijakan PPKM Darurat, ia menilai hal itu terjadi karena egoisme dari oknum yang tidak peduli orang lain, lingkungan dan sistem yang ada. Dia menyebut, oknum tersebut tidak sadar ada di sebuah sistem dan memiliki berbagai peran sebagai masyarakat dari sebuah negara. Sehingga cenderung tidak memikirkan kemaslahatan umat.
"Orang-orang ini lebih mementingkan diri sendiri, mengesampingkan hal yang lebih besar dan kemaslahatan yang lebih besar. Dia tidak sadar bahwa dirinya hidup pada suatu sistem yang diatur oleh negara demi kemaslahatan masyarakat seluruhnya," tegasnya.
Sementara terkait provokasi yang justru dilakukan tokoh agama, Muflich mengatakan bahwa sebagai tokoh agama tentunya adalah figur yang berilmu. Dengan demikian, seharusnya tokoh-tokoh itu juga bertindak sesuai dengan nilai dan ajaran agama, bukan justru memperkeruh suasana.
"Sosialisasi (terkait kebijakan di masa pandemi) ini harus dijelaskan seterang-terangnya kepada seluruh masyarakat. Mengingat cara pandang masyarakat yang berbeda-beda. Ini yang harus terus dilakukan baik itu oleh pemerintah, tokoh masyarakat dan juga tokoh agama,” tuturnya.
Muflich menambahkan, dalam kondisi seperti perbedaan penerimaan di masyarakat masih wajar. Karena itu semua harus sabar dan bisa mengendalikan diri agar upaya mengatasi pandemi COVID-19 berhasil.
Terkait pelanggar kebijakan PPKM Darurat, ia menilai hal itu terjadi karena egoisme dari oknum yang tidak peduli orang lain, lingkungan dan sistem yang ada. Dia menyebut, oknum tersebut tidak sadar ada di sebuah sistem dan memiliki berbagai peran sebagai masyarakat dari sebuah negara. Sehingga cenderung tidak memikirkan kemaslahatan umat.
"Orang-orang ini lebih mementingkan diri sendiri, mengesampingkan hal yang lebih besar dan kemaslahatan yang lebih besar. Dia tidak sadar bahwa dirinya hidup pada suatu sistem yang diatur oleh negara demi kemaslahatan masyarakat seluruhnya," tegasnya.
Sementara terkait provokasi yang justru dilakukan tokoh agama, Muflich mengatakan bahwa sebagai tokoh agama tentunya adalah figur yang berilmu. Dengan demikian, seharusnya tokoh-tokoh itu juga bertindak sesuai dengan nilai dan ajaran agama, bukan justru memperkeruh suasana.
Lihat Juga :