Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Lewat Kolaborasi, Ridwan Kamil Yakin Herd Immunity di Jabar Tercapai Akhir 2021

loading...
Lewat Kolaborasi, Ridwan Kamil Yakin Herd Immunity di Jabar Tercapai Akhir 2021
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat menghadiri Rakor Percepatan Vaksinasi Provinsi Jabar via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/7/2021). Foto/Humas Pemprov Jabar
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil optimistis kekebalan kelompok atau herd immunity bakal tercapai akhir 2021 jika semua pihak berkolaborasi untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19.

Baca juga: Tekan Penularan COVID-19, Ini Strategi Berbasis RT yang Dilancarkan Ridwan Kamil

Menurut Ridwan Kamil, kolaborasi menjadi faktor penting dalam percepatan vaksinasi COVID-19. Agar herd Immunity di Jabar dapat terbentuk akhir 2021, maka semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, swasta, komunitas, sampai masyarakat.

Baca juga: Injak Kepala Pemuda Bisu di Merauke Papua, 2 Anggota Polisi Militer TNI AU Ditahan



"Yang pertama bahwa kecepatan (vaksinasi) sekarang akan berakhir di 2027. Tapi, jika dikeroyok bersama-sama, maka tahun ini akan selesai," kata Ridwan Kamil dalam Rakor Percepatan Vaksinasi Provinsi Jabar via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/7/2021).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, Pemprov Jabar sudah menyusun strategi percepatan vaksinasi COVID-19. Ada lima strategi yang sudah dibuat secara komprehensif dan penuh perhitungan yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan herd immunity.

Adapun kelima strategi percepatan vaksinasi COVID-19 di Jabar, yaitu membangun pos vaksin (rumah sakit, puskesmas, dan kantor kesehatan pelabuhan), home service, jemput bola ke area publik, drive thru, dan sentra vaksin.

Kang Emil juga meminta sekolah-sekolah di Jabar, mulai dari SD, SMP, dan SMA, serta pesantren, dijadikan sentra vaksinasi COVID-19. Kemudian, mobil vaksinasi pun harus disiapkan untuk memperluas cakupan vaksinasi COVID-19.

"Tolong semangati puskesmas-puskesmas untuk melakukan vaksinasi. Kemudian, semua tempat dimanfaatkan. Tidak hanya SMA, tetapi juga SD, SMP, dan pesantren yang memadai (untuk pelaksanaan vaksinasi) bisa didata," paparnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top