Serapan Anggaran Penanganan COVID-19, Plh Sekdaprov Jatim: Tak Ada Teguran Mendagri
Selasa, 27 Juli 2021 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sembunyi di Sarang Buaya Buas, Pencuri di Balikpapan Ini Akhirnya Menyerah
Heru menjelaskan, realisasi APBD Jatim hingga tanggal 23 Juli 2021, untuk pendapatan daerah terealisasi sebesar 56,18 persen. Realisasi ini, lebih besar 9,68 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 46,5 persen. Sedangkan belanja daerah, terealisasi sebesar 43,01 persen. "Realisasi ini, lebih besar 0,39 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 30,02 persen," paparnya.
Untuk realisasi belanja dalam menunjang percepatan penanganan COVID-19 , lanjutnya, Pemprov Jatim hingga 23 Juli 2021, untuk belanja bantuan sosial (bansos) sebesar Rp123 miliar terealisasi sebesar Rp44,4 miliar atau 37,57 persen.
Baca juga: Musim Kemarau Tiba, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjang Ogan Ilir
Belanja tidak terduga sebesar Rp417,4 miliar terealisasi sebesar Rp179,9 miliar atau 43,10 persen. Untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp769,5 miliar terealisasi Rp446,5 miliar atau 58,03 persen. Anggaran sebesar itu, dipakai untuk penanganan COVID-19 dari anggaran sebesar Rp146,2 miliar terealisasi Rp166,6 miliar atau 113,94 persen, dukungan vaksin sebesar Rp5,2 miliar terealisasi Rp5,2 miliar atau 100 persen.
Heru menjelaskan, realisasi APBD Jatim hingga tanggal 23 Juli 2021, untuk pendapatan daerah terealisasi sebesar 56,18 persen. Realisasi ini, lebih besar 9,68 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 46,5 persen. Sedangkan belanja daerah, terealisasi sebesar 43,01 persen. "Realisasi ini, lebih besar 0,39 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 30,02 persen," paparnya.
Untuk realisasi belanja dalam menunjang percepatan penanganan COVID-19 , lanjutnya, Pemprov Jatim hingga 23 Juli 2021, untuk belanja bantuan sosial (bansos) sebesar Rp123 miliar terealisasi sebesar Rp44,4 miliar atau 37,57 persen.
Baca juga: Musim Kemarau Tiba, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjang Ogan Ilir
Belanja tidak terduga sebesar Rp417,4 miliar terealisasi sebesar Rp179,9 miliar atau 43,10 persen. Untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp769,5 miliar terealisasi Rp446,5 miliar atau 58,03 persen. Anggaran sebesar itu, dipakai untuk penanganan COVID-19 dari anggaran sebesar Rp146,2 miliar terealisasi Rp166,6 miliar atau 113,94 persen, dukungan vaksin sebesar Rp5,2 miliar terealisasi Rp5,2 miliar atau 100 persen.
Lihat Juga :