Ada Isu Nakes RS Ambarawa Ditusuk Keluarga Korban, Kabidhumas Polda Jateng: Tidak Benar
Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tangis Pecah di Tol Cipali, Polantas Polres Majalengka Selamatkan Ibu Melahirkan di Bus
"Berita tersebut tidak benar kalau ada penusukan Nakes , saya harap kejadian jangan dijadikan provokasi masyarakat," jelas Iqbal. Dia menambahkan, dari hasil klarifikasi kedua belah pihak, bahwa NH yang juga kakak kandung sekaligus saksi ini, mengungkapkan kepada kepolisian, bahwa salah satu keluarga korban di rawat di RS GM dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Kemudian Keluarga korban ingin mengetahui kondisi jenazah dan meminta tolong difotokan, namun ditolak oleh Satpam. Tidak lama kemudian, datang perawat yang memakai APD dan bersedia membantu untuk memfotokan, sambil memberikan edukasi terkait protokol dalam pemulasaran jenazah dan penyebab kematian. "Mendapat penjelasan dari perawat tersebut, keluarga menerima dan mengikhlaskan kepergian korban dalam keadaan terpapar COVID-19 ," terangnya.
Baca juga: Petugas Gabungan Bongkar Paksa Kursi Pelaminan Keponakan Wakil Satgas COVID-19
Selang beberapa waktu, kata Iqbal, Kesalahpahaman terjadi, saat NA yang baru tiba dan berdebat dengan salah satu Satpam tentang masalah minta foto dan mengatakan kepada Satpam tersebut "Fotokno, piro-piro tak bayar (fotokan saya bayar)" dengan nada emosi . "Mendengar perkataan NA, kemudian Satpam tersebut menjawab 'Lha maksudmu piye, (lah maksudnya apa ini)', kemudian Satpam, dan NA sudah adu badan dan cek cok mulut," ungkap Iqbal.
"Berita tersebut tidak benar kalau ada penusukan Nakes , saya harap kejadian jangan dijadikan provokasi masyarakat," jelas Iqbal. Dia menambahkan, dari hasil klarifikasi kedua belah pihak, bahwa NH yang juga kakak kandung sekaligus saksi ini, mengungkapkan kepada kepolisian, bahwa salah satu keluarga korban di rawat di RS GM dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Kemudian Keluarga korban ingin mengetahui kondisi jenazah dan meminta tolong difotokan, namun ditolak oleh Satpam. Tidak lama kemudian, datang perawat yang memakai APD dan bersedia membantu untuk memfotokan, sambil memberikan edukasi terkait protokol dalam pemulasaran jenazah dan penyebab kematian. "Mendapat penjelasan dari perawat tersebut, keluarga menerima dan mengikhlaskan kepergian korban dalam keadaan terpapar COVID-19 ," terangnya.
Baca juga: Petugas Gabungan Bongkar Paksa Kursi Pelaminan Keponakan Wakil Satgas COVID-19
Selang beberapa waktu, kata Iqbal, Kesalahpahaman terjadi, saat NA yang baru tiba dan berdebat dengan salah satu Satpam tentang masalah minta foto dan mengatakan kepada Satpam tersebut "Fotokno, piro-piro tak bayar (fotokan saya bayar)" dengan nada emosi . "Mendengar perkataan NA, kemudian Satpam tersebut menjawab 'Lha maksudmu piye, (lah maksudnya apa ini)', kemudian Satpam, dan NA sudah adu badan dan cek cok mulut," ungkap Iqbal.
Lihat Juga :