Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ricuh Acara Selawatan di Ponpes Darut Tauhid Ngaringan karena Santri Disekat Aparat

loading...
Ricuh Acara Selawatan di Ponpes Darut Tauhid Ngaringan karena Santri Disekat Aparat
Kericuhan sempat mewarnai penyekatan dalam acara salawatan di Pondok Pesantren Darut Tauhid Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, Rabu malam (21/7/2021). Foto iNews TV/Rustaman N
GROBOGAN - Kericuhan sempat mewarnai penyekatan dalam acara salawatan di Pondok Pesantren Darut Tauhid Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, Rabu malam (21/7/2021). Dimana petugas gabungan TNI Polri dan Satpol PP Grobogan memutar balik semua jamaah dan santri yang hendak masuk pondok pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Ngaringan Ustaz Ali Bin Abdulah yang geram datang dan meminta petugas untuk membuka jalan masuk ke pondok agar para jamaah yang hendak mengikuti salawatan bisa masuk.

Baca : Kericuhan di Posko Penyekatan Suramadu, Ini Penyebabnya

Namun petugas tetap menutup jalan masuk ke desa. Perdebatan antara petugas dengan pengasuh pondok pesantren terjadi cukup lama. Pengasuh pondok pesantren terus mengejar aparat yang berjaga agar bubar danekatan di pintu masuk desa. Karena para santri terlebih dahulu telah menjalani rapid tes dan hasilnya negatif.

"Rencananya para santri ini akan menggelar salawatan di pondok pesantren yang biasa digelar setahun sekali pada bulan besar di Pondok Pesantren Darut Tauhid Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan," kata Ustaz Ali Bin Abdulah yang juga seorang alumni 212.

Ustaz Ali bin Abdulah menganggap bahwa kebijakan pelarangan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap setahun sekali dianggap menciderai Pancasila dan umat Islam yang mayoritas di Indonesia.



Aksi ini pun sempat terekam video amatir warga terlihat juga Kapolsek Ngaringan Iptu Siswanto yang sempat mengancam mempidanakan santri yang tengah merekam ketika tengah meminta mereka untuk putar balik. Anggota Polsek Ngaringan lalu meminta sang santri menghapus rekaman tersebut.


Setelah menjalani perdebatan yang cukup panjang petugas akhirnya memberikan izin kepada pondok pesantren untuk melaksanakan salawatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Setelah ada titik temu Kiai Ali bin Abdullah kemudian kembali ke pondok pesantren untuk melanjutkan salawatan. Dia juga meminta agar aparat selalu mengawasi dan menegur para jamaah secara humanis jika tidak mengenakan masker atau tidak jaga jarak saat mengikuti salawatan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top