Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Takut Amuk Massa Susulan, Warga Pendatang di Dogiyai Papua Mengungsi ke Pos Polisi dan TNI

loading...
Takut Amuk Massa Susulan, Warga Pendatang di Dogiyai Papua Mengungsi ke Pos Polisi dan TNI
Akibat amuk massa di Kabupaten Dogiyai, Papua warga pendatang mengungsi ke pos-pos aparat keamanan di daerah tersebut. Petugas saat mengevakuasi korban tewas pembakaran. Foto Bidhumas Polda Papua
DOGIYAI - Akibat amuk massa di Kabupaten Dogiyai, Papua warga pendatang mengungsi ke pos-pos aparat keamanan di daerah tersebut. Ini dilakukan pasca-penyerangan dan pembakaran oleh warga asli Papua yang menyebabkan satu orang tewas akibat pembakaran serta 13 rumah dan 19 ruko dibakar massa yang beringas.

Mereka ketakutan akan adanya penyerangan susulan dan penjarahan serta pembakaran oleh warga asli Papua.

"Ya masyarakat pendatang mulai mengungsi ke pos-pos Aparat Keamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal kepada SINDOnews, Jumat malam (16/7/2021).

Baca : Amuk Massa di Dogiyai Papua 1 Warga Tewas, 2 Prajurit Paskhas Luka dan Belasan Rumah Serta Ruko Dibakar

Saat ini personil gabungan Polsek Kamuu dan Polres Nabire terus melakukan Patroli di Seputaran Kota untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.

"Untuk situasi saat ini di Kabupaten Dogiyai sudah kembali aman dan kondusif, " timpalnya.



Sebelumnya Hendrik Simatupang satu warga pendatang tewas akibat tempat kediamannya dibakar massa. Selain itu warga atas nama Ester Paruka juga terluka ketiak kirinya akibat di panah oleh warga Papua.

Kombes Pol AM Kamal mengatakan, kejadian tersebut berawal saat Kamis 15 Juli 2021, pukul 17.08 WIT, saat pos Satgas Paskhas Pos Moanemani mendapat laporan dari masyarakat bahwa adanya sekelompok orang yang mabuk miras di Runway Bandara Moanemani.

Lalu Pukul 17.25 WIT lima personel Satgas Paskhas yang dipimpin Serka Wartono melakukan peneguran terhadap masyarakat yang mabuk tersebut untuk keluar Runway Bandara melalui jalan setapak. Kemudian personel bergegas keluar dari dalam Runway dan terdapat sekumpulan masyarakat sekitar 20 orang dengan membawa panah, parang dan batu. Sekumpulan masyarakat tersebut langsung mengeroyok lima personil Satgas Paskhas.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top