Pembubaran Karantina Khusus oleh Anggota DPRD Bukan secara Kelembagaan

Rabu, 27 Mei 2020 - 19:43 WIB
loading...
Pembubaran Karantina...
Keterangan : Forum Pangandaran Sehat Desak DPRD tindak anggota DPRD yang bubarkan karantina khusus/SINDOnews/Syamsul Maarif.
A A A
PARIGI - Insiden pembubaran karantina khusus yang terjadi di Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran pada Sabtu, (23/05/2020) oleh salah satu anggota DPRD bukan atas dasar kelembagaan DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin menyatakan permohonan maaf atas insiden tersebut. "Perlu kami tegaskan tindakan pembubaran karantina khusus yang terjadi merupakan tindakan pribadi," kata Asep Noordin setelah menerima audiensi dari Forum Pangandaran Sehat Rabu, (27/05/2020).

Asep Noordin menambahkan, tindakan yang dilakukan salah satu anggota DPRD dinilai gegabah dan mencederai perjuangan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19. "Kami menerima aduan dari masyarakat terkait persoalan yang terjadi dan akan menindaklanjuti sesuai tata tertib dan kode etik DPRD," tambahnya.

Meski belum terbentuk Badan Kehormatan (BK) DPRD Pangandaran sebagai salah satu alat kelengkapan di DPRD untuk menangani pengaduan dari masyarakat Asep menuturkan hal itu tidak menjadi kendala. "Pembentukan BK saat ini dalam proses, targetnya terbentuk resmi pada (8/06/2020) mendatang," terang Asep.

Asep menjelaskan, setelah nanti BK DPRD terbentuk akan langsung menindaklanjuti pengaduan masyarakat ini terkait aduan pembubaran karantina khusus oleh salah satu anggota DPRD. "Sekarang kami belum bisa memutuskan tindakan apa yang akan di berlakukan dan bakal ada tahapan klarifikasi sejauh mana pelanggaran etik yang dilakukannya," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keberpihakan Kebijakan...
Keberpihakan Kebijakan Bupati Pangandaran untuk Penderes Kelapa
Seluruh Desa di Pangandaran...
Seluruh Desa di Pangandaran Ditargetkan Open Defecation Free
Ini Upaya Pemda untuk...
Ini Upaya Pemda untuk Hindari Kerumunan Wisata di Pangandaran
Bupati Pangandaran Berlakukan...
Bupati Pangandaran Berlakukan Sanksi pada Warga yang Enggan Divaksin
Bupati Pangandaran Perketat...
Bupati Pangandaran Perketat Protokol Kesehatan di Objek Wisata
Keseriusan Pemkab Pangandaran...
Keseriusan Pemkab Pangandaran Terapkan Protokol Kesehatan di Objek Wisata
Rekomendasi
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved