23 Demonstran Brutal di Kota Pasuruan Positif COVID-19, Orang Tuanya Menangis Histeris
Jum'at, 16 Juli 2021 - 17:37 WIB
loading...
Sebanyak 23 remaja yang ditangkap usai demonstrasi rusuh menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan, positif COVID-19. Foto/iNews Tv/Jaka Samudra
A
A
A
PASURUAN - Polres Pasuruan Kota melakukan rapid test antigen, terhadap sebanyak 151 peserta aksi demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pasuruan.
Baca juga: Ratusan Pemuda Diringkus Polisi, Usai Rusuh Menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan
Hasilnya sangat mencengangkan, ada 23 peserta aksi demonstrasi brutal tersebut yang dinyatakan positif COVID-19 . Kondisi ini membuat para orang tua remaja peserta demonstrasi brutal itu menangis histeris.
Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 , langsung digiring ke rumah karantina untuk menjalani pengobatan dan menghindarkan kontak dengan orang lain. Melihat anaknya harus menjalani karantina, seorang ibu menangis histeris di halaman Polres Pasuruan Kota.
Baca juga: Jepara Gempar, Beredar Video Bupati Asyik Dangdutan Tanpa Masker di Resepsi Pernikahan
Dengan duduk bersandar di pagar pengaman gorong-gorong, ibu tersebut meminta anaknya dibebaskan dalam perkara ini. Namun setelah diberi pengertian oleh polisi, akhirnya ibu tersebut menunggu sampai anaknya menjalani pemeriksaan .
Baca juga: Ratusan Pemuda Diringkus Polisi, Usai Rusuh Menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan
Hasilnya sangat mencengangkan, ada 23 peserta aksi demonstrasi brutal tersebut yang dinyatakan positif COVID-19 . Kondisi ini membuat para orang tua remaja peserta demonstrasi brutal itu menangis histeris.
Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 , langsung digiring ke rumah karantina untuk menjalani pengobatan dan menghindarkan kontak dengan orang lain. Melihat anaknya harus menjalani karantina, seorang ibu menangis histeris di halaman Polres Pasuruan Kota.
Baca juga: Jepara Gempar, Beredar Video Bupati Asyik Dangdutan Tanpa Masker di Resepsi Pernikahan
Dengan duduk bersandar di pagar pengaman gorong-gorong, ibu tersebut meminta anaknya dibebaskan dalam perkara ini. Namun setelah diberi pengertian oleh polisi, akhirnya ibu tersebut menunggu sampai anaknya menjalani pemeriksaan .
Lihat Juga :