Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

23 Demonstran Brutal di Kota Pasuruan Positif COVID-19, Orang Tuanya Menangis Histeris

loading...
23 Demonstran Brutal di Kota Pasuruan Positif COVID-19, Orang Tuanya Menangis Histeris
Sebanyak 23 remaja yang ditangkap usai demonstrasi rusuh menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan, positif COVID-19. Foto/iNews Tv/Jaka Samudra
PASURUAN - Polres Pasuruan Kota melakukan rapid test antigen, terhadap sebanyak 151 peserta aksi demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pasuruan.

Baca juga: Ratusan Pemuda Diringkus Polisi, Usai Rusuh Menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan

Hasilnya sangat mencengangkan, ada 23 peserta aksi demonstrasi brutal tersebut yang dinyatakan positif COVID-19 . Kondisi ini membuat para orang tua remaja peserta demonstrasi brutal itu menangis histeris.





Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 , langsung digiring ke rumah karantina untuk menjalani pengobatan dan menghindarkan kontak dengan orang lain. Melihat anaknya harus menjalani karantina, seorang ibu menangis histeris di halaman Polres Pasuruan Kota.

Baca juga: Jepara Gempar, Beredar Video Bupati Asyik Dangdutan Tanpa Masker di Resepsi Pernikahan

Dengan duduk bersandar di pagar pengaman gorong-gorong, ibu tersebut meminta anaknya dibebaskan dalam perkara ini. Namun setelah diberi pengertian oleh polisi, akhirnya ibu tersebut menunggu sampai anaknya menjalani pemeriksaan .



Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman menyebutkan, ada 151 remaja yang ditangkap polisi karena melakukan tindakan brutal saat menggelar aksi demonstrasi menolak PPKM Darurat . "Mereka kami lakukan pembinaan dan rapid test antigen, hasilnya 23 peserta aksi positif COVID-19," tegasnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top