Mandi Keringat, Tak Kenal Lelah Para Nakes Berjibaku Tangani Pasien COVID-19
Kamis, 15 Juli 2021 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
Tidak berhenti sampai di situ, puskesmas yang kini buka 24 jam menjadi tantangan tersendiri bagi para nakes untuk lebih semangat. Kondisi saat ini tak lantas membuat Joyce dan jajarannya patah semangat begitu saja. Menurutnya, pada kondisi saat ini lah jihadnya para nakes . Meskipun beban kerjanya dinilai semakin berat, dengan jumlah personal yang sedikit ia mengajak jajarannya untuk selalu semangat menjaga stamina.
Baca juga: Tomohon Gempar, Lansia Diringkus Polisi Usai Onani di Depan 2 Bocah
"Saya sampaikan jihadnya nakes sekarang, gimana caranya dengan jadwal kerja yang banyak tetap sehat, vitamin. Istirahat berkualitas. sehingga tetap sehat dan kuat. Kalau yang jaga malem besoknya kita upayakan untuk off atau libur," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Rangkah Dwiastuti Setyorini mengaku jam istirahatnya memang berkurang karena lembur setiap hari. Tetapi satu hal yang menjadi pesannya kepada para nakes untuk tidak terlambat makan.
Ini menjadi penting supaya imun para nakes tidak menurun sehingga maksimal dalam melayani warganya. "Saya juga berpesan kepada nakes yang mayotritas adalah perempuan. Sampaikan kepada suaminya agar dapat mengerti keadaaan saat ini," kata Ririn.
Baca juga: Hari ke-12 PPKM Darurat Ada Ledakan COVID-19 di Sleman, 901 Orang Positif
Ririn memastikan, memang saat ini Kota Pahlawan sedang membutuhkan relawan di bidang tenaga kesehatan. Dia juga menceritakan berbagai kendala, suka duka, hingga tantangan yang setiap hari dihadapinya.
Tetapi dia meyakini, bahwa tidak ada kesulitan yang tidak ada jalan keluarnya. "Ini adalah saatnya kita itu diuji apakah kita ini benar-benar tenaga kesehatan atau tidak. Apalagi wilayah Tambaksari ini lumayan luar biasa tantangannya," katanya.
Baca juga: Tomohon Gempar, Lansia Diringkus Polisi Usai Onani di Depan 2 Bocah
"Saya sampaikan jihadnya nakes sekarang, gimana caranya dengan jadwal kerja yang banyak tetap sehat, vitamin. Istirahat berkualitas. sehingga tetap sehat dan kuat. Kalau yang jaga malem besoknya kita upayakan untuk off atau libur," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Rangkah Dwiastuti Setyorini mengaku jam istirahatnya memang berkurang karena lembur setiap hari. Tetapi satu hal yang menjadi pesannya kepada para nakes untuk tidak terlambat makan.
Ini menjadi penting supaya imun para nakes tidak menurun sehingga maksimal dalam melayani warganya. "Saya juga berpesan kepada nakes yang mayotritas adalah perempuan. Sampaikan kepada suaminya agar dapat mengerti keadaaan saat ini," kata Ririn.
Baca juga: Hari ke-12 PPKM Darurat Ada Ledakan COVID-19 di Sleman, 901 Orang Positif
Ririn memastikan, memang saat ini Kota Pahlawan sedang membutuhkan relawan di bidang tenaga kesehatan. Dia juga menceritakan berbagai kendala, suka duka, hingga tantangan yang setiap hari dihadapinya.
Tetapi dia meyakini, bahwa tidak ada kesulitan yang tidak ada jalan keluarnya. "Ini adalah saatnya kita itu diuji apakah kita ini benar-benar tenaga kesehatan atau tidak. Apalagi wilayah Tambaksari ini lumayan luar biasa tantangannya," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :