alexametrics

Dari PSBB, Malang Raya Bisa Persiapan Transisi Normal Baru

loading...
Dari PSBB, Malang Raya Bisa Persiapan Transisi Normal Baru
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Kecamatan Junrejo, Kota Batu, untuk memastikan kesiapan masyarakat menghadapi pola hidup normal baru akibat pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A+ A-
BATU - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, baru berjalan 10 hari sejak dimulai pada Minggu (17/5/2020). Namun, bisa dipastikan pelaksanaan PSBB ini tidak perpanjang lagi.

(Baca juga: PIH Unair Bantah 60 Tenaga Kesehatan RSUA Terinfeksi COVID-19)

Bahkan, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan, wilayah Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, sudah bisa bersiap melakukan transisi menuju new normal, atau kehidupan normal baru dimas apandemi COVID-19.



"Melihat perkembangan yang terjadi selama PSBB yang sedang berlangsung, wilayah Malang Raya bisa bersiap melakukan transisi menuju new normal. Kami akan koordinasi dengan wali kota dan bupati, untuk membahas ini," tegasnya.

Dia berharap peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya mencegah penularan COVID-19, dapat terus berjalan maksimal, sehingga rantai penularannya bisa diputus. Selama ini diakuinya, kedisiplinan dan ketahanan masyarakat sangat membantu proses menekan penularan COVID-19 di Malang Raya.

Sementara Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menegaskan, ada sejumlah aturan yang sudah disiapkan untuk menghadap normal baru dimasa pandemi COVID-19, termasuk bersiap membuka kembali tempat-tempat wisata dengan merenapkan protokol kesehatan.

"Tempat wisata, hotel, dan pusat ekonomi nantinya bisa buka kembali, tentunya dengan aturan yang ketat sesuai protokol kesehatan. Sehingga, rantai penularan COVID-19 dapat ditekan. Contohnya, membatasi jumlah pengunjung ke lokasi wisata, sesuai dengan luasan tempat wisata tersebut," tegasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak