Keindahan Alam Raja Ampat Percepat Penyembuhan Pasien COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi alam yang indah, membuat para pasien merasa bebas dan rileks setiap hari. Ada suasana kekeluargaan antara pasien dengan tim medis, begitu juga sesama pasien.
"Kami bersyukur saudara-saudara kita, orang tua kita, adek-adek kita sebagian besar sudah dinyatakan sembuh. Selama masa karantina, kita merasakan suka dan duka serta bahagia bersama-sama. Mereka adalah keluarga kami," ungkap Agnes.
Ia pun berpesan kepada mereka yang sudah sembuh dan kembali ke keluarga agar tetap menjaga kesehatan. Ia juga mengimbau para pasien tetap mengurangi kontak dengan orang banyak dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas.
"Pesan kami kepada orang tua, adek, saudara yang akan pulang ke keluarga, untuk tetap jaga kesehatan. Ikuti anjuran yang sudah kami sampaikan, konsumsi vitamin, jaga pola makan, menjaga kebersihan dan kurangi kontak dengan orang banyak," ujar Agnes.
(Baca juga: Ada Wacana New Normal, Risma: Belum Saatnya Surabaya Membahasnya )
Sementara itu, salah seorang warga yang dinyatakan sembuh, Bhetaria Stevania Arwakan (34) mewakili ke-12 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 mengisahkan tentang pengalamannya. Menurutnya banyak pelajaran hidup yang didapat saat masih menjalani karantina.
Stevania bercerita ketika semua orang frustrasi dan ketakutan dengan COVID-19, ada orang-orang yang hadir dan tidak meninggalkan mereka. Yaitu mereka tim medis di lapangan, serta tim satgas penanggulangan COVID-19.
Para tim medis rela meninggalkan keluarga hanya untuk menemani pasien selam 24 jam setiap hari, hingga masa karantina berakhir. Tidak pernah menghindar ataupun takut menghadapi kita.
"Kami bersyukur saudara-saudara kita, orang tua kita, adek-adek kita sebagian besar sudah dinyatakan sembuh. Selama masa karantina, kita merasakan suka dan duka serta bahagia bersama-sama. Mereka adalah keluarga kami," ungkap Agnes.
Ia pun berpesan kepada mereka yang sudah sembuh dan kembali ke keluarga agar tetap menjaga kesehatan. Ia juga mengimbau para pasien tetap mengurangi kontak dengan orang banyak dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas.
"Pesan kami kepada orang tua, adek, saudara yang akan pulang ke keluarga, untuk tetap jaga kesehatan. Ikuti anjuran yang sudah kami sampaikan, konsumsi vitamin, jaga pola makan, menjaga kebersihan dan kurangi kontak dengan orang banyak," ujar Agnes.
(Baca juga: Ada Wacana New Normal, Risma: Belum Saatnya Surabaya Membahasnya )
Sementara itu, salah seorang warga yang dinyatakan sembuh, Bhetaria Stevania Arwakan (34) mewakili ke-12 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 mengisahkan tentang pengalamannya. Menurutnya banyak pelajaran hidup yang didapat saat masih menjalani karantina.
Stevania bercerita ketika semua orang frustrasi dan ketakutan dengan COVID-19, ada orang-orang yang hadir dan tidak meninggalkan mereka. Yaitu mereka tim medis di lapangan, serta tim satgas penanggulangan COVID-19.
Para tim medis rela meninggalkan keluarga hanya untuk menemani pasien selam 24 jam setiap hari, hingga masa karantina berakhir. Tidak pernah menghindar ataupun takut menghadapi kita.
Lihat Juga :